pengukuran gayaberat

Geoid merupakan bidang ekipotensial yang dapat digunakan dalam merepresentasikan acuan tinggi nasional secara fisik. Terminologi fisik disini menandakan bahwa acuan tinggi yang digunakan sesuai dengan hukum fisika yang berlaku, dimana dapat menunjukkan arah aliran air yang sebenarnya.

Pengembangan geoid nasional yang teliti merupakan salah satu faktor penting dalam pengembangan infrastruktur dan perencanaan kebijakan kebencanaan di Indonesia. Saat ini, model geopotensial global dengan nama Earth Geopotential Model 2008 (EGM2008), merupakan model geoid yang digunakan untuk berbagai keperluan praktis di Indonesia. Meskipun demikian, EGM2008 masih memiliki akurasi yang relatif rendah (beberapa dm hingga m), sehingga diperlukan model geoid yang lebih teliti (mencapai akurasi cm).

Oleh karena itu, Brian Bramanto, M.T., selaku ketua peneliti kegiatan Pengembangan geoid nasional teliti melalui skema Riset ITB 2021 melakukan pengukuran gayaberat terestris di beberapa wilayah di Indonesia. Pengukuran gayaberat tersebut akan digunakan dalam pemodelan geoid nasional. Selain itu berbagai sumber data gayaberat yang berasal dari pengukuran gayaberat menggunakan wahana pesawat terbang dan satelit altimetri juga turut dilibatkan dalam pembuatan geoid nasional tersebut.

Pengukuran gayaberat relatif dilakukan dengan menggunakan alat ukur gayaberat Scintrex CG-5. Seluruh pengukuran gayabarat memiliki sampling setiap sekitar 5 km dan tereferensi pada titik Gayaberat Utama milik Badan Informasi Geospasial.

GNSS dan Gayaberat

Leave a Comment