Pulau LUSI, atau yang lebih dikenal sebagai Lumpur Sidoarjo, merupakan salah satu pulau ‘baru’ yang berada di Kabupaten Sidoarjo. Saat ini Pulau LUSI merupakan salah satu destinasi wisata populer di wilayah tersebut. Kendati demikian, fenomena ini merupakan salah satu keadaan alam yang telah mengakibatkan kerugian yang signifikan sejak tahun 2006 yang lalu. Hingga saat ini, telah banyak dugaan mengenai penyebab pasti kejadian alam ini.

Penelitian terkait LUSI oleh Kelompok Keilmuan Geodesi-FITB ITB, telah dilakukan semenjak terjadinya kejadian tersebut. Pengukuran dengan menggunakan berbagai metode penentuan posisi, seperti GNSS, InSAR, dan TLS, telah dilakukan untuk mengukur deformasi yang terjadi di wilayah tersebut. Hingga saat ini, LUSI masih mengeluarkan semburan lumpur yang tidak kunjung berhenti.

Pada bulan Juni 2021, telah dilakukan penelurusan pengaruh semburan LUSI terhadap berbagai infrastruktur yang terdapat di sekitarnya. Dari pengamatan langsung dilapangan, semburan LUSI telah meninggalkan berbagai jejak pengaruh dari semburan LUSI di bangunan maupun infrastruktur yang baru saja dibangun. Sebut saja retakan yang terdapat di berbagai bangunan, kemudian patahan/rekahan di jalan, dan juga tiang yang relatif miring. Hal tersebut diduga merupakan pengaruh dari perubahan elevasi tanah yang terjadi akibat adanya semburan LUSI.

Kedepannya, pemantauan terkait kondisi didaerah sekitar semburan LUSI akan selalu dilakukan. Hal tersebut mencakup pengukuran secara geometrik maupun pencarian bukti-bukti akibat semburan LUSI. Semoga hal tersebut bermanfaat dan kondisi ini semakin membaik.

Leave a Comment