urgensi data geospasial

Indonesia merupakan negara yang rawan terdampak akan bahaya banjir. Sebagai contohnya adalah kota Jakarta, yang memiliki riwayat terdampak banjir semenjak kolonial Belanda dan masih terjadi hingga saat ini. Selain itu, beberapa kota besar lainnya juga mengalami bencana banjir yang terjadi secara berkala. Oleh karena itu, diperlukan sebuah langkah adaptasi dan mitigasi dalam penanganan bencana banjir tersebut. Untuk memperdalam berbagai aspek terkait adaptasi dan mitigasi penanganan bencana banjir, memahami karakteristik dari bencana banjir melalui pemodelan banjir harus terlebih dahulu dilaksanakan. Tentu saja dalam pemodelan tersebut, berbagai parameter geospasial harus dilibatkan, seperti topografi, penggunaan lahan, serta geometri dari sungai.

Sayangnya, parameter geospasial yang disebutkan sebelumnya masih relatif rendah kualitasnya untuk di wilayah indonesia. Oleh karena itu, tim dari Kelompok Keilmuan Geodesi ITB yang beranggotakan Dr. Heri Andreas, Dr. Dina A. Sarsito, serta Dr. techn. Dhota Pradipta, dan bekerja sama dengan Deltares Research Institute melaksanakan penelitian terkait keterbatasan serta urgensi dari penggunaan data geospasial yang baik pada pemodelan banjir sebagai langkah utama dalam adaptasi dan mitigasi bencana banjir.

Penelitian ini telah dipublikasi pada International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, Vol. 10 (2020) No. 1, yang dapat diakses pada tautan berikut https://dx.doi.org/10.18517/ijaseit.10.1.6743. Artikel ilmiah tersebut menunjukkan pengaruh serta pentingnya kualitas data geospasial yang baik untuk pemodelan banjir, khususnya di wilayah Indonesia.

Leave a Comment