GNSS reflektometri

Pada era modern ini, berbagai teknik telah dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi GNSS (Global Navigation Satellite System). Salah satu dari metode tersebut adalah GNSS Reflektometri atau biasa disingkat sebagai GNSS-R. GNSS-R memanfaatkan pantulan dari sinyal GNSS atau multipath pada sebuah objek untuk memperkirakan permukaan objek tersebut. Beberapa aplikasi dapat diterapkan dengan menggunakan teknik GNSS-R, salah satunya adalah pemantauan dinamika permukaan laut.

Multipath atau pantulan sinyal GNSS pada dasarnya merupakan salah satu sumber kesalahan pada penentuan posisi berbasiskan GNSS. Namun, pada teknik GNSS-R, pantulan sinal tersebut dapat digunakan untuk mengamati variasi temporal dari permukaan laut, atau yang lebih dikenal sebagai pasang-surut laut. Apabila dibandingkan dengan teknik konvensional, teknik ini dapat menjadi alternatif karena pemantauan pasang-surut yang dilakukan tidak memerlukan kontak langsung dengan air.

Penelitian terkait GNSS-R di lingkungan Kelompok Keilmuan Geodesi, Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung, diketuai oleh Dr. techn. Dudy D. Wijaya. Sebagai langkah awal, perangkat GNSS telah dipasang di stasiun pengamatan pasut Cilegon yang dikelola oleh Badan Informasi Geospasial untuk memantau variasi temporal dari permukaan laut dengan menggunakan teknik GNSS-R. Perangkat GNSS yang digunakan pada penelitian ini didukung oleh PT. Wisesa Berkah Bumi (WiBB) serta CHC Navigation Indonesia.

Harapannya, dinamika permukaan laut dapat teramati dengan baik dan memiliki interval sampel yang rapat. Sehingga dapat digunakan sebagai sistem peringatan dini pada keadaan ekstrim. Selain itu, konstanta pasut juga dapat ditentukan dan digunakan untuk berbagai keperluan rekayasa lainnya.

Leave a Comment