Pelatihan Penentuan Posisi Menggunakan Teknologi GNSS Tingkat Lanjut

GNSS (Global Navigation Satellite System) merupakan sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dikembangkan oleh beberapa negara, seperti GPS (Global Positioning System) dari Amerika Serikat, GLONASS dari Rusia, BeiDou dari China dan GALILEO dari Eropa. Sistem ini dapat memerikan informasi mengenai posisi tiga dimensi dan ditambah dengan informasi waktu. Tidak terbatas oleh kedua hal tersebut, penggunaan teknologi GNSS dapat digunakan untuk mengetahui keadaan meteorologi (troposfer dan ionosfer), deformasi, dan banyak hal turunan lainnya.

Gambar 1 Ilustrasi bentuk dan dimensi tugu jaring kontrol horizontal

Penggunaan Teknologi GNSS di Indonesia banyak digunakan dalam bidang pemetaan, seperti pembangunan Jaring Kontrol Horizontal Nasional (Gambar 1), pemetaan detail dan topografi, serta pemetaan batas. Hingga saat ini cukup banyak metoda penentuan posisi menggunakan teknologi GNSS (Gambar 2).

    Gambar 2 Metoda penentuan posisi dengan GNSS

Pada pelatihan yang diadakan oleh Kelompok Keahlian Geodesi, bekerja sama dengan Continuing Education Program Lembaga Penelitan dan Pengabdian Kepada Masyarakan (CEP-LPPM) ITB sebagai organizer dan General Technology Indonesia (GETINDO) untuk pengadaan receiver GNSS dan software pengolahan data, menitik beratkan kepada kontrol kualitas data dan pengolahan serta pengenalan metoda-metoda terbaru dalam penentuan posisi menggunakan GNSS.

Analisis Data Raw GNSS

Untuk menganalisi data raw dari GNSS, terdapat beberapa aspek yang harus diperhatikan, yaitu:

  • Keterlihatan Satelit dan Dilution of Precision
  • Efek dari Multipath
  • Signal to Noise Ratio

Hal tersebut sangat penting untuk dilakukan sebagai langkah awal untuk menentukan elevasi mask angle serta mengidentifikasi kemungkinan penyebab terjadinya residu yang cukup besar pada salah satu satelit ketika dalam pengolahan data GNSS yang mengakibatkan pemecahan ambiguitas fase tidak dapat dilakukan.

Gambar 3 Keterlihatan satelit untuk sistem GPS dan BeiDou

Gambar 4 Dllution of Precision untuk sistem GPS dan BeiDou

Gambar 5 Efek dari Multipath

Gambar 6 Signal to Noise Ratio

Metoda Penentuan Posisi Real-Time Terkini

Real-Time Precise Point Positioning

Berbeda dengan metoda RTK pada umumnya yang membutuhkan base reeciver sebagai pemberi koreksi, metoda RT-PPP mampu memberikan posisi dengan tingkat akurasi hingga beberapa cm hanya dengan menggunakan receiver GNSS tunggal tanpa menggunakan base. Pada metoda ini pemberi koreksi orbit dan waktu adalah SBAS dimana koreksinya telah dihitung oleh pusat data dengan menggunakan konfigurasi GNSS yang tersebar di seluruh dunia. Dalam penggunaannya metoda RT-PPP memerlukan waktu setidaknya 15 menit untuk mencapai ketelitian yang diinginkan oleh pengguna.

Gambar 7 Hasil pengukuran menggunakan RT-PPP

Gambar 8 Waktu inisiasi yang dibutuhkan dalam metoda RT-PPP

RTK Mobile CORS

Pada metoda RTK, koreksi diberikan oleh base ke rover dengan menggunakan sinyal radio UHF. Sinyal pemancar radio UHF ini memiliki kelemahan yang terletak pada jangkauan sinyal radio yang berasosiasi kepada power dari sinyal radio UHF tersebut. Pada RTK Mobile CORS, pemancar koreksi menggunakan jaringan komunikasi internet (GSM) sehingga koreksi dapat diperoleh dengan menggunakan protocol NTRIP. Perbedaan dengan CORS adalah pada Mobile CORS tidak diperlukan adanya koputer server, sehingga base dapat dipindahkan dengan lebih mudah

Materi dan Durasi Pelatihan
Hari 1

  • Dasar-Dasar Surveying dan GNSS
  • Perkembangan Teknologi Survey
  • Konsep dan Prinsip GNSS
  • Metoda-Metoda Penentuan Posisi Menggunakan GNSS

Hari 2

  • Perencanaan dan Pendefinisian Survey GNSS
  • Analisis Kekuatan Geometri Jaring dalam Perencanaan Survey GNSS
  • Pengamatan GNSS Metoda Statik Jaring dan Radial

Hari 3

  • Analisa Raw Data GNSS
  • Pengolahan dan Kontrol Kualitas Baseline Data GNSS
  • Kontrol Kualitas dalam Perataan Jaring Bebas dan Terikat

Hari 4

  • Pengukuran RTK Radio dan NTRIP
  • Pengukuran RT-PPP
  • Pengukuran RTK Mobile CORS
  • Analisa dan Perbandingan Ketelitian Masing-Masing Metoda

Dokumentasi Pelatihan

 

Berita Terkait