Penentuan Arah Kiblat Mesjid di Bandung

Firman Allah SWT dalam surat An-Nissa ayat 103, menyebutkan bahwa

Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu (kewajiban) yang telah ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.

Dan dalam pelaksanaannya melaksanakan sholat menghadap ke arah kiblat serta sesuai dengan waktu-waktu yang telah ditentukan merupakan keutamaan karena menjadi syarat sah dalam melaksanakan ibadah sholat, baik sholat fardhu lima waktu sehari semalam maupun sholat-sholat sunat yang lain.  Bagi penduduk yang berada di wilayah Kota Mekkah, arah kiblat tidak menjadi masalah besar, namun berbeda bagi umat Islam yang berada luar wilayah Kota Mekkah. Seiring dengan perkembangan zaman, keakuratan penggunaan metoda penentuan posisi berbasis satelit (GNSS) menjadi semakin teliti sehingga teknologi ini dapat digunakan untuk melakukan penentuan arah kiblat khususnya di Indonesia.

Kelompok Keahlian Geodesi ITB saat ini telah melakukan penentuan arah kiblat untuk dua Mesjid yang berada di wilayah Bandung, yaitu:

  • Mesjid At-Taubah
  • Mesjid Al-Mukmin

Metodologi Penentuan Arah Kiblat

Metodologi penentuan arah kiblat dengan menggunakan pengamatan ke satelit GNSS pada prinsipnya adalah seperti yang diilustrasikan pada Gambar 1 berikut. Pada metode ini, survei GNSS digunakan untuk menentukan secara teliti koordinat dari dua titik (A dan B) yang berada di kawasan Mesjid.

Koordinat titik-titik A dan B ini ditentukan relatif terhadap titik kontrol ITB1 yang berada di Kampus ITB menggunakan metode survei realtime kinematik GNSS. Pengamatan satelit GNSS di ketiga titik tersebut dilakukan kurang lebih 0,5 jam. Interval perekaman data pengamatan GNSS yang digunakan di ketiga stasion pengamat adalah 1 detik.

Dengan menggunakan koordinat kedua titik tersebut yang dihitung dari data pengamatan GNSS dan juga koordinat dari Ka’bah yang telah diketahui sebelumnya, maka parameter sudut untuk menandai arah Kiblat di lapangan (dalam Gambar 1 adalah sudut alpha) dapat dihitung. Dengan menggunakan besaran sudut alpha, pematokan arah kiblat di lapangan dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan alat pengukur sudut Electronic Total Station.

Gambar 1 Ilustrasi penentuan arah kiblat dengan pengamatan GNSS

Koordinat ITB dan Ka’bah yang digunakan adalah sebagai berikut:

ITB1 Lintang : : 06o 53’ 29.50061” S
  Bujur : 107o 36’ 43.22851”T

 

KA’BAH Lintang : : 21o 25’ 21.5” U
  Bujur : 39o 49’ 34.5” T

Perhitungan Koordinat dan Arah Kiblat

Dengan didapatnya kedua koordinat titik A dan B pada masing-masing mesjid, maka asimut geodetik untuk kedua lokasi dapat diperoleh. Berikut merupakan hasil perhitungan asimut geodetik.

  • Mesjid At-Taubah
    DARI KE ASIMUT GEODETIK
    A Ka’bah 295o 137.1
    A B  178o 49 32.6
  • Mesjid Al-Mukmin
    DARI KE ASIMUT GEODETIK
    A Ka’bah 295o 138.4
    A B  189o 582.9

Sehingga besaran sudut alpha dapat diperoleh dengan mengurangkan hitungan asimut geodetik yang diperoleh, dideskripsikan sebagai berikut:

alpha         =         Asimut (A – Ka’bah)  –  Asimut (A – B)

Dokumentasi Pengukuran dan Penentuan Arah Kiblat

Berita Terkait