Kajian dalam rangka peningkatan pelayanan Pengukuran dan Pemetaan Bidang Tanah

Sebagai Direktorat yang mempunyai tugas menyiapkan perumusan kebijakan teknis dalam penetapan batas bidang tanah dan ruang seperti yang tersebut dalam Peraturan Kepala BPN Rl No.3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia, maka dalam pelaksanaan fungsinya tersebut, Direktorat Penetapan Batas Bidang Tanah dan Ruang bekerja sama dengan kelompok Keilmuan Geodesi ITB membuat kajian yang intinya adalah membandingkan berbagai metode (alat dan teknologi) untuk mengukur bidang tanah. Dengan membandingkan beberapa metode tersebut diharapkan dapat diketahui pemilihan metode yang efektif untuk melaksanakan pengukuran berdasarkan medan dan sumber daya yang ada.

Penelitian ini Diketuai oleh Prof. Hasanuddin. Z. Abidin, M.Sc., Phd, dengan dibantu peneliti Madya dan peneliti muda diantaranya: Dr. Ir. Eka Djunarsjah, MT, Irwan Gumilar, ST., M.Si, Heri Andreas, ST., MT dan Dhota Pradipta, ST., MT dan dibantu oleh Teknisi M. Gamal. penelitian ini juga melibatkan mahasiswa yang diantaranya merupakan mahasiswa kerja praktek diantaranya: Rezkika mardana, Ilman Hizbullah, Ardito Yoga, Ilham Jamel, dan Indra.

Lokasi kajian meliputidaerah perkotaan dan pedesaan di DKI Jakarta (kawasan senayan dan Gambir dan Bumi Perkemahan Cibubur) serta di Bali (denpasar dan daerah Badung). Seperti telah disebut di atas, tujuan dari penelitian ini diantaranya Membandingkan beberapa metode yang digunakan dalam pengukuran bidang tanah atau kombinasi metode pengukuran dan Mendapatkan referensi/rekomendasi penerapan masing-masing metode pengukuran jika dikaitkan dengan kondisi lapangan. metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode terestris menggunakan ETS, meteran, kompas dan disto serta metode satelit meliputi metode statik (rapid statik) dan metode RTK (Real Time Kinematic) dengan CORS.

Untuk teknologi CORS, kajian dilakukan oleh KK GD ITB dibantu oleh vendor alat TOPCON yaitu PT. EXsol. Staf PT. Excol yang ikut dilapangan diantaranya Ir. Redy dan Ir. Sastra; beliau-beliau yang membantu pemasangan Base CORS di lapangan. Sementara itu beberapa pegawai BPN yang hadir dilapangan diantaranya bu Septin, ibu Fitri, Pak Fajar, dan Pak Eka sukma.

Berita Terkait