Survey Land Subsidence Porong Juli 2008

Sampai dengan saat ini land subsidence di wilayah Porong Sidoarjo masih terus berlangsung, meski dengan kecepatan yang lebih kecil.  Secara teori hal ini dimungkinkan karena semburan lumpur panas masih terjadi sehingga efek kesetimbangan struktur bawah pemukaannya mungkin diikuti efek kompaksi dan seterusnya menyebabkan land subsidence di permukaan.  Tim KK Geodesi ITB kembali melakukan survey GPS Subsidence Porong pada bulan juli 2008 untuk melihat status terakhir land subsicence yang terjadi di daerah porong Sidoarjo dan sekitarnya tersebut.

Berikut di bawah ini adalah dokumentasi hasil survey lapangan di daerah semburan lumpur panas Lapindo Porong Sidoarjo.  Tim survey membawa peralatan GPS tipe Geodetik dual frekuensi Trimble 4000 SSI.  Areal survey mencakup perimeter 5-10 kilometer dari pusat semburan. Total titik pengamatan yaitu sebanyak 52 titik pantau.

porong08e porong08d porong08b porong08a

Menurut catatan terakhir daerah yang mengalami land subsidence secara signifikan di sekitar wilayah Porong telah mencapai radius sekitar 3 kilometer persegi dari pusat semburan lumpur panas. Rumah-rumah di sekitar jalan raya Porong banyak yang mengalami retak retak sebagai konsekuensi dari land subsidence. Belum dapat dipastikan kapan land subsidence akan berhenti seperti halnya lumpur panas yang terus muncul ke permukaan.

Informasi dari nilai atau besaran land subsidence sebaiknya diketahui setiap waktu.  Hal ini akan bermanfaat dalam hal pembangunan infrastruktur di sekitar wilayah semburan lumpur panas Lapindo Porong Sidoarjo.  Sebagai contoh informasi land subsidence dapat digunakan sebagai dasar penempatan jalur baru pipa Pertamina, kemudian juga dapat dijadikan acuan dalam merancang jalur kereta api yang baru atau jalur TOL yang baru apabila kelak harus dibuat.

Kelompok Keilmuan Geodesi FITB ITB masih memiliki program dalam hal pemantauan land subsidence di wilayah Porong Sidoarjo ini.  Dari beberapa sumber dana penelitian direncanakan survey GPS masih akan dilakukan hingga tahun depan, dengan interval waktu pengamatan akan disesuaikan kemudian. Informasi land subsidence di wilayah Porong ini (yang dinyatakan sebagai mud volcano) ternyata sangat menarik, bahkan penting untuk diperoleh, karena belum ada dokumentasi yang cukup baik mengenai informasi land subsidence yang menyertai kebedadaan mud volcano.  Sekarang ini beberapa peneliti meyakini pembentukan kaldera tengah terjadi di mud volcano Porong Sidoarjo, dan informasi land subsidence merupakan salah satu parameter yang penting untuk menjelaskan proses pembentukan kaldera tersebut.

Berita Terkait