Jochgem Gunneman: Mahasiswa Tamu Program Internship

KK Geodesi kedatangan seorang tamu,mahasiswa program master dari Delft University of Technology,Netherlands, bernama Jochgem Gunneman. Kedatangannya tersebut terkait dengan program internship yang diikutinya.  Program intership  itu  mirip dengan  program kuliah kerja nyata atau kerja praktek.  Pada program internship tersebut para mahasiswa dianjurkan untuk membuat program kunjungan selama 3 (tiga) bulan ke lembaga atau institusi yang terkait dengan bidang kajian program studinya. Tempat internship bisa dimana saja, baik di negeri belanda sendiri, Uni Eropa, dan bahkan sampai ke luar negeri seperti ke Indonesia.  Bidang studi yang diikuti Jochgem Gunneman terkait erat dengan salah satu bidang kajian di Kelompok Keilmuan Geodesi, yaitu bidang InSAR (Interferometric Synthetic Aperture RADAR). Untuk itu dia memilih melakukan program internshipnya di KK Geodesi FITB ITB.

Dibawah ini dapat dilihat beberapa foto hasil dokumentasi dari Jochem Gunneman bersama beberapa anggota KK Geodesi ketika beberapa waktu lalu kehadirannya di KK Geodesi.  Foto-foto diperoleh ketika mengunjungi gunung tangkuban perahu, ketika mengikuti test lapangan pengamatan sinyal GPS di daerah Lembang, acara makan malam di braga, dan acara makan siang di KK Geodesi. Rencananya program intership yang dilakukannya berlangsung dari bulan maret sampai dengan juni.

dsc00757 dsc00752 dsc00837 s2020181

Selama program intershipnya Jochmen Gunneman akan melakukan kajian tentang InSAR bekerjasama dengan beberapa anggota dari KK Geodesi yang juga sekarang ini sedang mengkaji salah satu teknologi RADAR tersebut. Bentuk kajian secara detail berupa kajian konsep InSAR, kajian software pengolahan data InSAR, dan mengaplikasikan teknologi tersebut untuk melihat deformasi gunungapi.  Software-software kajian InSAR diantaranya DORIS, Roi Pack, dan GAMMA.

Interferometric Synthetic Aperture Radar (InsAR) adalah teknologi penginderaan Jauh yang menggunakan citra hasil dari satelit radar.  Satelit radar memancarkan gelombang radar secara konstan, kemudian gelombang radar tersebut direkam setelah diterima kembali oleh sensor akibat dipantulkan oleh target di permukaan bumi. Citra yang diperoleh dari satelit radar berisi dua informasi penting.  Informasi tersebut adalah daya sinar pancar berupa fasa dan amplitudo yang dipengaruhi oleh banyaknya gelombang yang dipancarkan serta dipantulkan kembali.  Pada saat gelombang dipancarkan dilakukan pengukuran fasa.  Pada citra yang diperoleh dari tiap-tiap pikselnya akan memiliki dua informasi tersebut.  Intensitas sinyal dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik bahan yang memantulkan gelombang tersebut, sedangkan fasa gelombang digunakan untuk menentukan Digital Elevation Model (DEM) dan digunakan pula untuk menentukan apakah telah terjadi pergerakan (deformasi) pada permukaan yang memantulkan gelombang tersebut.

Salah satu objek pemantauan deformasi yang banyak dilihat adalah deformasi dari gunungapi (Inflasi deflasi). Pemantauan deformasi gunungapi merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam memahami aktivitas gunungapi untuk selanjutnya berguna dalam pekerjaan mitigasi bencana.  Dengan melihat pola deformasi yang ada di tubuh gunungapi maka kita dapat menggali berbagai informasi diantaranya tingkat aktifitas gunungapi, sumber tekanan (presure source) aktifitas gunungapi, dan lain-lain, termasuk berkontribusi pada pemetaan zona daerah bahaya aktifitas vulkanik gunungapi.  Teknologi InSAR dan teknologi GPS merupakan dua teknologi space geodesy yang powerfull dalam melihat deformasi gunungapi.  Aplikasi kedua teknologi ini terus berkembang di dunia.

Berita Terkait