Pelatihan Aspek Geodetik (Level 4) PT PAMA tahun 2008

Pada tanggal 10 -16 Maret 2008 PT Pamapersada Nusantara (PAMA) bekerja sama dengan Kelompok Keilmuan Geodesi Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) Institut Teknologi Bandung mengadakan kerjasama pelatihan aspek geodetik level 4. Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan selama satu minggu penuh ini diisi dengan teori dan praktikum aspek-aspek geodetik yang meliputi ilmu ukur tanah (pengukuran posisi horisontal, vertikal, profil, kontur, perhitungan luas dan volume), pengenalan peta, jenis-jenis peta, aspek geometrik peta, peta digital, konsep GIS, konsep sistem referensi koordinat, datum geodetik, sistem kesalahan pengukuran, konsep hitung perataan, dan pengenalan teknologi Global Positioning Sytem (GPS).

Berikut di bawah ini adalah dokumentasi dari kegiatan pelatihan. Peserta pelatihan  berjumlah 21 orang yang merupakan Tim teknis PT PAMA.  Pelatihan dilaksanakan di Gedung Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Kampus Institut Teknologi Bandung.

pama001.thumbnail pama004 pama002.thumbnail pama006.thumbnail

Pengajar dan instruktur dalam pelatihan ini yang berasal dari Kelompok Keilmuan Geodesi FITB ITB selengkapnya sebagai berikut: Hasanuddin Z Abidin (Penanggung Jawab), Bambang Subekti, Kosasih Prijatna, Dina Angreni Sarsito, Heri Andreas, Irwan Gumilar, Mohamad Gamal, Sela Lestari Nurmaulia, Teguh Purnama Sidiq, RR Hartanti, dan Adhi Laksana.

Penjelasan ilmu ukur tanah meliputi pengukuran horisontal metode poligon, baik poligon terikat, terikat sempurna, metoda tachimetri, penentuan posisi vertikal menggunakan sipat datar, pemetaan situasi, penentuan profil memanjang melintang, pengukuran luas, dan pengukuran volume.  Sementara itu pada penjelasan mengenai peta, diuraikan apa itu definisi peta, pembagian jenis peta, dan bagaimana penjelasan mengenai aspek geometrik peta.  Untuk pembahasan sistem dan referensi koordinat, dipaparkan konsep sistem referensi dan kerangka referensi, datum geodetik, dan transformasi datum.

Pemaparan konsep mengenai sistem proyeksi peta meliputi tahapan tahapan proyeksi peta, penjelasan tentang proyeksi mercator, transverse mercator, Univesal Transverse Mercator (UTM), dan lain-lain.  Sementara untuk konsep kesalahan dalam pengukuran dan teknik hitung perataan, masing-masing dijelaskan tentang jenis kesalahan sistematik, kesalahan acak, kesalahan blunder, dan bagaimana teknik hitung perataan parameter serta bersyarat pada kasus-kasus pemetaan, seperti pada perhitungan, sipat datar, poligon, dan transformasi koordinat.

Pada pengenalan sistem GPS, peserta diperkenalkan bagaimana segmen penyusun GPS dan bagaimana pembagian jenis receiver GPS yang mempunyai spesifikasi yang cukup beragam. Dengan adanya ragam ini memberikan ketelitian posisi yang beragam pula. Lebih spesifik lagi mengenai jenis reveiver GPS tipe navigasi diberikan pemahaman tentang ketelitian yang dapat diperoleh, mencapai kisaran 3-6 meter.  Selain itu fungsi datum dan sistem koordinat juga merupakan hal yang penting, yang dicoba untuk difahami secara benar oleh peserta pelatihan.

Berita Terkait