Survey Demografi Wilayah Bencana Gunung Gutur

Indonesia merupakan daerah yang rawan terhadap terjadinya bencana alam seperti gempa bumi, bencana letusan gunungapi, tanah longsor, bencana banjir, dan bencana alam lainnya. Bencana alam yang terjadi di Indonesia cukup banyak meninggalkan kerugian jiwa dan materi. Kenyataan ini memperlihatkan bahwa langkah pemantauan potensi dan mitigasi bencana alam di Indonesia belum dilaksanakan secara maksimal. Dengan adanya kenyataan ini maka harus dipikirkan sebaik mungkin bagaimana langkah-langkah atau cara-cara pemantauan potensi dan mitigasi bencana alam serta upaya tanggap bencana secara optimal, untuk mereduksi efek negatif yang dapat ditinggalkan oleh bencana yang mungkin akan terjadi di masa yang akan datang. Salah satu bagian dari membangun kesiapan menghadapi bencana dari sisi infrastruktur dan teknologi yaitu melakukan pemetaan daerah potensi bencana yang dilengkapi dengan informasi demografi (survey demodrafi) daerah tersebut.

Di bawah ini dapat dilihat dokumentasi kegiatan survey demografi kawasan rawan bencana gunungapi guntur yang dilakukan oleh Kelompok keilmuan Geodesi FITB ITB.  Fokus daerah survey adalah 3 desa yang berada di daerah bahaya 1 letusan gunungapi Guntur di daerah Garut Jawa Barat.  Setiap rumah (KK) di data kependudukannya serta informasi lainnya yang diperlukan dalam kegiatan ini.

pic_0020.JPG pic_0022.JPG pic_0021.JPG pic_0026.JPG

Survey demografis menjadi penting untuk dilakukan karena objek utama dari korban bencana adalah masyarakat yang tinggal, dan bermukim di daerah potensi bencana tersebut. Kemudian lagi, apabila bencana terjadi, maka informasi demografis akan menjadi bagian yang penting dalam upaya mensukseskan tanggap bencana, rehabilitasi, dan juga rekontruksi. Sementara itu kesiapan masyarakat dapat diwujudkan melalui pembudayaan, pemberian informasi yang akurat mengenai potensi bencana dan konsekuensinya, serta bagaimana cara untuk menghadapi bencana apabila datang. Upaya-upaya edukasi, pembudayaan terhadap masyarakat ini digolongkan sebagai bentuk upaya mitigasi aktif.

Harapan yang ingin dicapai, ketika kita mengetahui daerah bahaya bencana, kemudian kita mempunyai data-data mengenai kependudukan disana, maka kita dapat mengestimasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari bencana yang terjadi (contoh dampak fisik, sosio, ekonomi). Kemudian selain itu apabila terjadi bencana, maka dengan data-data kependudukan yang lengkap akan memudahkan dalam koordinasi evakuasi dan manajemen pengungsian, serta hal tanggap darurat lainnya.  Satu hal lagi kita akan terbantu dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana apabila data demografi daerah bencana telah tersusun dengan baik

Berita Terkait