Program Inheren ITB-G&G-KK Geodesi 2007

Sebagai bentuk sistem pengembangan pendidikan bagi mahasiswa perguruan tinggi, Institut Teknologi Bandung melalui program inheren Dikti melaksanakan suatu proyek pengembangan e-learning untuk matakuliah-matakuliah yang ada di ITB.  Harapan kedepan seluruh matakuliah yang ada di ITB sudah berbasis e-learning.  Namun demikian kiranya masih memerlukan waktu untuk dapat mencapainya.  Sebagai pilot-project maka telah dipilih beberapa matakuliah di berbagai program studi yang ada di ITB untuk dibangun sistem e-learningnya, dan diantaranya masuk matakuliah survey batas daerah yang dikelola oleh Prodi Geodesi dan Geomatika serta Kelompok Keilmuan Geodesi.  Untuk itu sekarang sedang disusun sistem e-learning tersebut oleh tim dari Prodi G&G, KK Geodesi, dan juga USDI.

Sebagai partner dalam implementasi program e-learning ini dipilih Departemen Manajemen Hutan Institut Pertanian Bogor, dan juga Geodesi Universitas Pakuan Bogor.  Materi survey batas daerah merupakan materi yang juga digeluti di kedua institusi ini.  Berikut di bawah ini adalah dokumentasi sosialisai program e-learning ke Departemen Manejem Hutan IPB.

taswil001.JPG taswil002.JPG taswil003.JPG taswil004.JPG

Adanya bentuk kerjasama lintas perguruan tinggi yang salah satunya melalui program e-learning merupakan program yang penting dalam menjalin kerjasama mutualisme, serta kerjasama dalam memajukan sistem pengembangan ilmu di Indonesia secara umumnya. Baik tim dari ITB yang diwakili Dr. Wedyanto Kuntjoro, dan dari IPB diantaranya ada Prof. Endang serta Prof. Nengah sama-sama sepakat bahwa program ini harus benar-benar diimplementasikan, serja di maintain kedepannya, sehingga diharapkan dapat menjadi program yang kontinyu.

Menurut rencana program, selain pembuatan bahan materi e-learning yang ditugaskan ke Prodi dan KK, serta pembuatan sistem e-learningnya yang dipercayakan pada tim USDI, juga akan dilakukan beberapa tele-conference, yang akan difasilitasi ITB melalui USDI.  Selain itu tidak menutup kemungkinan tele-conference juga diadakan oleh pihak counterpart.  Diharapkan dengan adanya tele-conference ini dapat tercipta interaksi yang baik, serta yang paling penting tujuan pengembangan ilmunya dapat tercapai secara maksimal.

Semoga saja pilot project sistem e-learning ini dapat berjalan dengan baik, dan diharapkan menjadi cikal bakal dari harapan pengembangan e-learning di masa depan, dimana interaksi antar perguruan tinggi di seluruh Indonesia dapat tercipta dengan sebaik-baiknya, yang akan menyukseskan pengembangan ilmu pendidikan bagi masyarakat Indonesia, supaya negara kita dapat lebih bersaing lagi dengan negara lain.  Sementara itu cita-cita kedalamnya dengan adanya pengembangan ilmu pendidikan ini diharapkan juga dapat lebih menciptakan tatanan kehidupan bernegara yang lebih baik juga.

Berita Terkait