Kerjasama Penelitian dengan Ulster University

Zona subduksi Sumatera masih menyita banyak perhatian orang, termasuk dari para peneliti gempa dunia.  Setelah gempa dasyat yang diiringi tsunami di Aceh Andaman 26 desember 2004, kemudian beberapa bulan kemudian terjadi gempa bumi dasyat di Nias, energi gempa masih melingkupi zona subduksi Sumatera ini.  Belum hilang ingatan kita akan bencana beberapa tahun yang lalu, giliran Bengkulu pada 12 september 2007 yang lalu diguncang gempa yang cukup dasyat pula.  Apakah ini yang terakhir? ternyata menurut para peneliti ini belum berakhir.  Potensi gempa besar hasil bukti ilmiah masih dapat terjadi di sekitar segmen Mentawai Pagai, namun sayangnya kita kemungkinan besar tidak akan tahu kapan pastinya gempa tersebut akan datang.

Melihat potensi tersebut, Profesor John McClosky dari Universitas Ulster Irlandia Utara yang termasuk salah satu peneliti gempa bumi dunia yang handal, turut turun tangan datang ke bengkulu dan sekitarnya untuk melakukan penelitian potensi gempa bumi.  Geotek LIPI dan Kelompok Keilmuan Geodesi ITB turut andil dalam penelitian tersebut.  Berikut adalah dokumentasi kegiatan di lapangan (Pesisir Pantai Bengkulu -Muko muko-Padang)

gps-bengkulu01.JPG gps-bengkulu02.JPG gps-bengkulu05.JPG gps-bengkulu04.JPG

Personil yang melakukan survey dilapangan diantaranya Prof. John McCloskey dari University of Ulster Irlandia, Prof. Peter Clarke dan Dr. Sibylle Gobell dari Newcastle University Inggris, Dr. Stefano Lorito dari Italia, Ms. Rachel Shannon dan Ms. Marianne O Connor dari dari University Of Ulster, Irlandia, Irwan Gumilar, ST, M.Si dan Teguh Purnama, ST dari Kelompok Keilmuan Geodesi FITB – ITB dan Mudrik R Daryono, ST dari Geoteknologi LIPI.

Fokus kajian penelitian ingin melihat perbandingan model tsunami yang dibuat dengan kejadiannya di lapangan.  Dengan demikian survey tinggi tsunami di lapangan menjadi fokus utama.  Peralatan yang digunakan diantaranya receiver GPS tipe geodetik yang di set dengan metode RTK dan juga PPK.  Keselarasan hasil pemodelan dengan fisik di lapangan merupakan parameter penting dalam hal prediksi tsunami pada gempa mendatang, yang menurut catatan riset sangat dimungkinkan terjadi, namun sekali lagi waktu nya tidak bisa diketahui.

Ketika di lapangan tim peneliti sempat bertemu dengan teman-teman wartawan dari harian rakyat bengkulu, kemudian sempat mendiskusikan masalah potensi gempa yang sekarang ini menjadi fokus perhatian di Bengkulu dan sekitarnya.  Hasil diskusi kemudian dimuat di surat kabar dan website harian rakyak bengkulu. Untuk menyimak lebih lanjut dapat dibuka link berikut http://www.harianrakyatbengkulu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=4796 serta di link berikut
http://www.harianrakyatbengkulu.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=4816

Berita Terkait