Survey GPS Kamojang-Juli 2007

Land subsidence dapat terjadi di sekitar daerah eksploitasi gas, dimana kompensasi dari gas yang keluar dari bawah permukaan (sub surface) menyebabkan propertis bawah permukaan tersebut mengalami kompaksi, kemudian efek selanjutnya land subsidence terjadi di atas permukaan daerah yang bersangkutan.  Kamojang merupakan salah satu daerah dengan potensi gas bumi yang cukup besar yang telah dilakukan eksploitasi untuk berbagai kepentingan, seperti salah satunya untuk pembangkit listrik tenaga uap.  Dengan adanya bentuk eksploitasi ini, maka ada kemungkinan untuk terjadinya land subsidence di sekitar daerah Kamojang.  Kelompok Keilmuan Geofisika dibantu oleh Kelompok Keilmuan Geodesi ITB melaksanakan program pemantauan land subsidence di daerah Kamojang ini dengan menggunakan teknik survei Gravity dan juga metode GPS (Global Positioning System).

Pada bulan juli 2007 telah dilakukan survey Gravity dan Survai GPS untuk periode ke dua, setelah setahun sebelumnya dilakukan survai yang sama.  Untuk pengukuran GPS melibatkan 4 buah alat GPS tipe geodetic dual frekuensi Trimble 4000 SSI.  Berikut di bawah ini adalah dokumentasi hasil survey lapangan di daerah lapangan gas Kamojang Jawa Barat.

kamojang001.JPG kamojang002.JPG kamojang003.JPG kamojang005.JPG

GPS adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang berbasiskan pada pengamatan satelit-satelit Global Positioning System [Abidin, 2000; Hofmann-Wellenhof et al., 1997]. Prinsip studi land subsidence dengan metode survei GPS yaitu dengan menempatkan  beberapa titik pantau di beberapa lokasi yang dipilih di sekitar area yang diduga tempat terjadinya land subsidence, secara periodik atau pun kontinyu untuk ditentukan koordinatnya secara teliti dengan menggunakan metode survei GPS. Dengan mempelajari pola dan kecepatan perubahan koordinat dari titik-titik tersebut dari survei yang satu ke survei berikutnya atau hasil data kontinyu, maka karakteristik land subsidence akan dapat dihitung dan dipelajari lebih lanjut.

Hasil survey GPS di daerah Kamojang sebanyak 2 kala pengamatan dalam interval waktu sekitar satu tahun memperlihatkan nilai land subsidence yang cukup kecil.  Nilai rata-rata penurunan di sekitar daerah survey hanya berkisar beberapa senti saja.  Nilai ini dapat diasumsikan bahwa hampir tidak terlihat terjadi subsidence di daerah Kamojang dalam kala pertahun.  Mungkin saja untuk periode yang lebih lama atau panjang, subsidence terjadi di daerah Kamojang akibat dari adanya eksploitasi gas di daerah tersebut.  Untuk itu pengamatan land subsidence di daerah ini dapat dilakukan untuk periode selanjutnya, untuk melihat efek dalam jangka panjang pengaruh eksploitasi gas terhadap land subsidence.

Berita Terkait