Survai GPS Program JSPS 2007-2008

Melalui Program JSPS tahun 2007-2008 dilakukan survai GPS untuk penelitian deformasi pada Sistem Sesar dan Deformasi akibat gempa bumi, masing-masing di daerah Sesar Lembang, Sesar Cimandiri, Aceh, dan Pangandaran.  Progam JSPS ini melibatkan kerjasama antara Tokyo University, Nagoya University, Geoteknologi LIPI, dan Institut Teknologi Bandung yang diwakili oleh Kelompok Keilmuan Geodesi. Survey GPS periode pertama dilaksanakan pada tanggal 9 agustus sampai dengan 24 september 2007, dan pertengahan bulan november 2007 untuk survey di daerah Aceh.

Berikut di bawah ini adalah hasil dokumentasi tim survai serta pengamatan GPS di daerah Pangandaran dan sekitarnya.  Sebanyak 29 titik GPS diamati yang tersebar memanjang dari Cilacap sampai dengan Pameungpeuk.  Pengamatan GPS melibatkan 8 alat GPS tipe geodetik dual frekuensi Trimble 4000 SSI milik kelompok keilmuan Geodesi ITB

pangandaran01.JPG pangandaran02.JPG pangandaran03.JPG pangandaran04.JPG pangandaran05.JPG

Berikut di bawah ini adalah hasil dokumentasi tim survai serta pengamatan GPS di daerah sesar Cimandiri.  Sebanyak 18 titik GPS diamati yang tersebar diantaranya di daerah Pelabuhan Ratu, Kiara dua, Sukabumi, Cisaat, Parung Kuda, Cianjur, Puncak, Cibeber, Sukanegara, Purabaya dan Segaranten.  Pengamatan GPS melibatkan 8 alat GPS tipe geodetik dual frekuensi Trimble 4000 SSI milik kelompok keilmuan Geodesi ITB

cimandiri00.JPG cimandiri01.JPG cimandiri02.JPG cimandiri03.JPG

Survai GPS yang dilakukan di Aceh akan melihat deformasi Post-Seismik akibat gempa dan tsunami dahsyat Aceh Andaman tahun 2004. Survei GPS yang dilakukan di Pangandaran juga ditujukan untuk melihat deformasi Post-seismik akibat gempa Pangandaran tahun 2006 yang lalu yang disertai tsunami. Gempa Pangandaran masuk kategori tsunami-earthquake, sehingga akan memberikan karakteristik yang unik dari pola post-seismiknya, yang diharapkan akan berguna bagi studi gempa bumi untuk tujuan pemantauan potensi dan mitigasi bencana alam gempa bumi.  Survai GPS yang dilakukan di sekitar sesar lembang dan sesar Cimandiri ditujukan untuk melihat karakteristik aktifitas kedua sesar tersebut yang diharapkan juga akan bermanfaat bagi tujuan pemantauan potensi dan mitigasi bencana gempa bumi yang mungkin terjadi di kedua daerah tersebut.

Survei GPS di Pangandaran, sesar Lembang, sesar Cimandiri, dan wilayah Aceh periode kedua rencananya akan dilakukan pada bulan agustus-september, serta november tahun depan (2008).  Sementara sekarang ini data-data hasil pengamatan periode pertama sedang diproses, untuk nantinya digabungkan dengan data-data periode dua mendatang, untuk selanjutnya dilakukan analisis data.

Berita Terkait