Penentuan arah Kiblat Mesjid Al-Huda Tsa dengan GPS

Menghadap arah Kiblat merupakan suatu ketentuan yang penting dalam syariah  Islam. Menurut hukum syariat, menghadap ke arah kiblat diartikan sebagai seluruh tubuh atau badan seseorang menghadap ke arah Ka’bah yang terletak di Makkah al Mukarramah yang merupakan pusat tumpuan umat Islam bagi menyempurnakan ibadah-ibadah tertentu. Menghadap ke arah kiblat menjadi syarat sah bagi umat Islam yang hendak menunaikan shalat baik shalat fardhu lima waktu sehari semalam atau shalat-shalat sunat yang lain. Mesjid tempat kita beribadah shalat tentu saja harus diatur dengan kiblat yang benar.  Kaidah dalam menentukan arah kiblat memerlukan suatu ilmu khusus yang dipelajari atau sekurang-kurangnya meyakini arah yang dibenarkan agar sesuai dengan syariat.

Salah satu teknik yang dapat dilakukan untuk menentukan arah kiblat yang cukup teliti yaitu dengan menggunakan teknologi GPS (Global Positioning System).  Dengan menggunakan GPS, arah kiblat dapat ditentukan sampai dengan orde ketelitian nol koma detik.  KK Geodesi ITB bekerjasama dengan DKM Mesjid Al-Huda Tsa Komplek Tanjungsari Antapani Bandung melakukan penentuan arah kiblat Mesjid Al-Huda Tsa pada tanggal 21 juli 2007.  Berikut adalah hasil dokumentasi kegiatan penentuan arah kiblat mesjid Al-HUda Tsa menggunakan GPS.

kiblat01.JPG kiblat02.JPG kiblat04.JPG kiblat05.JPG

Pekerjaan penentuan arah kiblat Mesjid Al-Huda meliputi pengamatan satelit-satelit GPS di titik-titik bantu, pengolahan data GPS dan perhitungan arah kiblat, serta perekonstruksian arah kiblat di lapangan dengan ETS, dilaksanakan oleh tim dari Kelompok Keilmuan Geodesi ITB dibantu oleh pengurus DKM Al-Huda yang di koordinir oleh Bapak Sugiharto.  Secara jelasnya nama-nama yang terlibat dalam kegiatan ini yaitu : Dr. Hasanuddin Z.A, Heri Andreas, M. Gamal, Irwan Gumilar, Teguh Purnama Sidiq, Bapak Hudaya, Bapak Sugiharto, Bapak H. Ruchiyat, Bapak H. Suryanto, Bapak Engkus Kusbini, Bapak H.A. DJaelani, Bapak Aam M. Harun, Bapak Budi Sahbudin, Bapak Ust. Rohmat, Bapak Agus Jafar, dan Bapak Samsul.

Metodologi penentuan arah kiblat dengan menggunakan pengamatan ke satelit GPS pada prinsipnya adalah menentukan secara teliti koordinat dari dua titik menggunakan metode survai GPS yang berada di kawasan Mesjid Al-Huda.  Koordinat titik-titik  ini ditentukan relatif terhadap titik kontrol dengan pengamatan GPS dilakukan kurang lebih 1,5 jam (baseline ~ 5 kilometer).  Interval perekaman data pengamatan GPS yang digunakan di ketiga stasion pengamat adalah 15 detik. Dengan menggunakan koordinat kedua titik tersebut yang diolah dari data pengamatan GPS dan juga koordinat dari Ka€™bah yang telah diketahui sebelumnya, maka parameter sudut untuk menandai arah Kiblat di lapangan dapat dihitung. Dengan menggunakan besaran sudut alfa, pematokan arah kiblat di lapangan dapat dilakukan dengan menggunakan bantuan alat pengukur sudut Electronic Total Station.

Berita Terkait