Proyek Pembangunan CBDRF negara Indonesia dan Malaysia tahun 2007

Sistem Kerangka Referensi Geodetik Bersama Batas Negara (Common Border Datum Reference Frame, disingkat CBDRF), merupakan realisasi dari suatu sistem referensi koordinat atau datum bersama (common datum) untuk kepentingan penyelesaian masalah perbatasan negara kita Indonesia dengan negara tetangga. Secara praktis CBDRF direpresentasikan di lapangan dengan beberapa titik (tugu, monumen, pilar) kerangka yang nilai koordinatnya diketahui dengan tingkat ketelitian tinggi dalam datum bersama yang disepakati oleh negara-negara yang berbatasan. Pada bulan juni 2007 telah dilaksanakan proyek berjangka pembangunan CBDRF antara negara Indonesia dengan Malaysia.

Pelaksanaan pembangunan CBDRF melibatkan masing-masing wakil dari pihak Indonesia dan Malaysia, diantaranya BAKOSURTANAL, Dinas Topografi Angkatan Darat, KK Geodesi FTSL ITB, JUPEM, dan pihak-pihak lainnya.  Perangkat teknologi yang digunakan dalam pembangunan sistem CBDRF ini adalah Global Positioning System (GPS). Di bawah ini adalah hasil dokumentasi persiapan tim menuju lapangan.

dscn0001a.JPG dscn0119.JPG dscn0013.JPG dscn0040.JPG

Sebanyak 12 titik CBDRF di bangun pada proyek tahun 2007 ini.  Titik-titik yang dipilih sebagai CBDRF sekaligus merupakan juga titik-titik batas.  Selain itu dalam strategi pengamatan serta pengolahan datanya melibatkan beberapa titik ikat orde nol Indonesia, dan titik kontrol Nasional Malaysia MASS, serta titik-titik IGS.  Lama pengamatan GPS di masing-masing titik sekitar 1 minggu.  Berikut di bawah ini beberapa hasil dokumentasi pengamatan GPS di lapangan

dscn0001.JPG dscn0032.JPG dscn0006.JPG dscn0174.JPG

Titik-titik amat CBDRF berada di punggungan bukit (watershed), sehingga akses menuju titik pengamatan cukup sulit dengan menggunakan jalan darat, untuk itu digunakan helikopter sebagai media transportasi.  Pengamatan GPS sendiri menggunakan receiver tipe geodetik merk Leica dan Trimble.  Selanjutnya masing-masing pihak Indonesia dan Malaysia akan melakukan pengolahan data GPS untuk selanjutnya di dapatkan koordinat masing-masing titik CBDRF.  Software pengolahan data yang akan digunakan yaitu software ilmiah (scientific) untuk mencari ketelitian koordinat yang teliti.  KK Geodesi dipercaya untuk melakukan pengolahan data-nya.  Nantinya setelah data koordinat diperoleh oleh masing-masing pihak maka akan di bandingkan dan dicari hasil akhirnya.  Data CBDRF ini nantinya akan digunakan lebih lanjut untuk proses pekerjaan penentuan batas negara Indonesia dan Malaysia. Penyelesaian masalah penegasan batas wilayah negara Indonesia dan Malaysia diharapkan akan segera selesai, tidak menyisakan permasalahan yang berlarut-larut.

Berita Terkait