APRU / AEARU Research Symposium 2007

Pada hari kamis dan jumat tanggal 21-22 Juni 2007 diadakan Simposium yang merupakan program APRU/AEARU RESEARCH SYMPOSIUM tahun 2007 € Earthquake Hazards aRound the Pacific Rim€, Diversity of Earthquake, Tsunami and Volcanic Phenomena and Their Hazards, yang diselenggarakan oleh komite APRU AERU, Tokyo University, dan Universitas Indonesia.  Acara diselenggarakan di Hotel Nikko Jakarta.  Berdasarkan tema Symposium dapat dilihat bahwa isi symposium mengupas tentang bencana gempa bumi, tsunami, gunungapi, dan bagaimana upaya mitigasi dan penanganannya, termasuk upaya penelitian di dalamnya.  Peserta Pameran datang dari berbagai negara diwakili para decesion maker dan ilmuan-nya, diantaranya dari Jepang, Amerika, negara-negara Asean, India, termasuk Indonesia. KK Geodesi FTSL juga turut hadir dengan menampilkan beberapa poster hasil penelitian.  Di bawah ini adalah gambar hasil dokumentasi pelaksanaan Symposium APRU/ AEARU 2007.

s2020077.JPG s2020082.JPG s2020093.JPG s2020094.JPG

Ketua APRU / AEARU Research Symposium tahun 2007 ini adalah Sadanori Okamura yang merupakan Vice President Tokyo University.  Acara Simposium dibuka diantaranya selain sambutan oleh Sadanori Okamura, juga sambutan dari Margaret Leong (Deputy Director APRU Singapore), Minoru Hakamagi (MEXT Japan), Usman Chatib Warsa ( Rector University of Indonesia), dan Satryo Soemantri Brojonegoro (Director General of Higher Education Indonesia ).  Ketua panitia pelaksana adalah Profesor Teruyuki Kato. Sementara itu keynote lecturer di percayakan kepada Jun Murai dan Kusmayanto Kadiman.

Acara simposiun terbagi menjadi dua acara utama yaitu acara presentasi oral dan poster.  Ilmuan luar negeri yang datang dan memberikan presentasi diantaranya Hirata, Yamaoka, Hashimoto Tsuji dari Jepang, Kerry Sieh dari Caltech Amerika Serikat, Siripong dari Thailand, dan lain-lain.  Sementara itu ilmuan dari Indonesia yang memberikan presentasi diantaranya Cecep Subarya dari Bakosurtanal (The first Implementation of Real time high rate GPS Network for Tsunami Early Warning System), Danny Hilman dari Geotek LIPI (A Review on Sumatran Fault zone with Reference to the March 2007 Event (M6.4 & 6.3) in Singkarak lake, Central Sumatera), dan Hamzah Latief dari ITB (Developing of Pre-calculated tsunami model database for Indonesian Early Warning System).

Kelompok Keilmuan Geodesi FTSL ITB turut berpartisipasi dengan menampilkan beberapa poster hasil penelitian yang dilakukan, diantaranya yang dibuat oleh Hasanuddin Z Abidin bertema “Crustal deformation studies in Indonesia using GPS – a Research Plan, poster dibuat oleh Dina Anggreni Sarsito bertema “Present day Kinematics of Palu-Koro Fault (Sulawesi Indonesia) :GPS permanent stations results, dan satu lagi poster dari Heri Andreas bertema “The Role of Geodesy in Earthquake Prediction : What to Believe? “.

Berita Terkait