Panjang Umurnya serta Mulia …

Setahun kita bersua, setahun pula usia kita bertambah.  Kata-kata mutiara ini seharusnya tidaklah begitu asing lagi kita dengar, tatkala sering dikumandangankan dalam suatu acara di televisi, kalau tidak salah di acara tembang kenangan, kalau engga itu berarti di acara berpacu dalam melodi, yang jelas bukan di acara empat mata, atau tujuh hari menuju taubat. Dari bayi jadi balita, anak-anak, remaja, dewasa, agak tua, puber kedua, dan akhirnya tua, itulah yang mengiringi pertambahan usia kita.  Seiring penambahan usia, kita juga biasa mensyukurinya dengan acara ulang tahun, tiup lilin, potong kue atau bancakan, meskipun oleh beberapa golongan seraya diharamkan.  KK Geodesi dengan mengambil pertimbangan akan kebutuhan menyantap kue bolu, maka biasanya turut mensyukuri acara ulang tahun anggotanya dengan makan-makan kue bolu.  Kalo ternyata memang ada unsur haram maka dosa ditanggung oleh masing-masing anggota KK.

Di bawah ini adalah hasil dokumentasi dari syukuran kecil ulang tahun Ibu Dina Anggreni Sarsito yang ke 17+X, yang jatoh pada bulan mei.  Acara dilaksanakan begitu hikmat.  Hidangan Tiramisu begitu lezatnya.  Yang gak malu-malu langsung ambil double porsi tiramisu yang tersaji, kalo yang malu-malu, nunggu sepi terus mengambil lagi. Tercatat 1 orang yang malu-malu, sisanya tidak malu-malu.

dintje01.JPG dintje05.JPG dintje04.JPG dintje03.JPG

Sementara itu di bawah ini adalah hasil dokumentasi dari syukuran kecil ulang tahun bapak Bambang Subekti yang ke 17+X -Y, yang jatoh tidak berselang lama setelah Ibu Dina.  Acara dilaksanakan juga begitu hikmatnya.  Jenis hidangan leuweung hideung atau black forrest begitu lezatnya.  Seperti biasa yang gak malu-malu langsung ambil double porsi black forrest yang tersaji, kalo yang malu-malu, nunggu sepi terus mengambil lagi. Masih tercatat 1 orang yang malu-malu, sisanya tidak malu-malu.

bamsub04.JPG bamsub03.JPG bamsub01.JPG bamsub05.JPG

Sebenarnya ada beberapa lagi anggota KK yang mustinya juga merayakan ulang tahunnya, namun dkarenakan sesuatu dan banyak hal, maka acara belum sempat terlaksana.  Selidik punya selidik, beberapa permasalahan sepertinya ada di pemilihan jenis kue yang belum menemukan hasil akhir pilihannya, permasalahan finansial untuk pembelian kue, dan juga yang masih mengkaji halal haramnya dari kue bolu yang mengandung rum.

Satu hal lagi, bapak Joenil Kahar juga melakukan syukuran ulang tahun di Lab dengan sajian kue bolu berlapis white chocolate.  Sayangnya ketika itu sang fotographer terlambat datang ke lab maka dokumentasinya tidak dapat dilakukan. Memang sangat disayangkan, tapi apa daya tangan tak sampai kalo kata pepatah.  Sang fotographer ketiduran setelah semaleman begadang.  Mungkin dia lupa nasihat bung rhoma..begadang jangan begadang kalo besoknya mau foto-foto

Berita Terkait