Test Kemampuan Sinyal GPS di Bawah Ragam Tutupan Kanopi

Sebagai langkah lanjut kegiatan studi penerapan teknologi GPS (Global Positioning System) di bidang kehutanan, maka diadakan pengujian pengamatan GPS di bawah ragam tutupan Kanopi. Tahun lalu telah dilakukan test sinyal GPS di bawah kanopi lebat, sementara pada tahun ini test dilakukan di beberapa ragam tutupan kanopi, dengan tujuan untuk melihat kemampuan sinyal GPS versus persentase tutupan kanopi. Teknik Pengujian GPS di bawah ragam kanopi ini dilakukan dengan metode static diferensial moda radial.  Satu titik ditempatkan sebagai base di suatu titik kontrol di daerah terbuka yang memungkinkan sinyal teramati dengan baik, kemudian titik lainnya ditempatkan di bawah ragam kanopi yang kemungkinan sinyal GPS akan mengalami halangan.  Alat GPS yang digunakan terdiri dari 3 receiver GPS dual frekuensi masing-masing dengan merk LEICA, TOPCON, dan SOKKIA. Berikut di bawah ini dapat dilihat dokumentasi kegiatan test kemampuan sinyal GPS di bawah ragam tutupan Kanopi.

dscn0004.JPG dscn0005.JPG dscn0007.JPG dscn0008.JPG

KK Geodesi FTSL ITB dipercaya sebagai koordinator dalam pelaksanaan test kemampuan sinyal GPS di bawah ragam tutupan kanopi ini.  Acara yang melibatkan Baplan Kehutanan dan beberapa vendor alat ukur dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.  Acara ini dilaksanakan berbarengan dengan acara puncak pelaksanaan pelatihan Juru Ukur Pemantapan kawasan hutan tahun 2007.  Data GPS diambil masing masing selama 2 jam setiap sesi pengamatan yang di bagi di tempat yang memiliki tutupan kanopi 40 %, 50% dan 70%.

Data-data GPS hasil pengamatan tersebut sekarang sedang di olah dengan menggunakan beberapa software GPS untuk melihat kualitas data, hasil koordinat beserta ketelitiannya.  Hasil-hasil tersebut nantinya akan menjadi masukan bagi kepentingan pemanfaatan GPS di bidang kehutanan.  Memang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa GPS akan dibutuhkan di dalam bidang kehutanan, namun mempunyai permasalahan dalam hal kemampuan sinyal dalam keberadaan hutan yang notabene sangat rimbun yang dapat menghambat sinyal satelit GPS untuk sampai di receiver. Kegunaan GPS yang paling penting adalah sebagai titik kontrol dalam melakukan pemetaan hutan, seperti contohnya pemetaan batas hutan.  Diharapkan melalui studi kemampuan sinyal GPS di bawah ragam tutupan kanopi akan memberikan parameter kemampuan tembusan sinyal GPS terbaik dalam situasi yang buruk untuk saat ini.

Dengan adanya modernisasi GPS kelak yang akan dilakukan oleh pihak pemilik GPS Amerika Serikat, maka dimungkinkan kemampuan sinyal GPS akan lebih baik lagi dalam melawan ragam tutupan kanopi.  Dengan modernisasi yang akan dilakukan, sinyal GPS akan diperkuat, frekuensi GPS akan di tambah dengan hadirnya L5, juga data-data code L2C dan kode militer juga akan di tambahkan.  Mungkin kedepannya kita tidak akan memiliki masalah berarti seperti sekarang ini ketika melakukan pengamatan GPS di bawah tutupan Kanopi.

Berita Terkait