Pembekalan Teknis Kalibrasi GPS bagi TimTek Batas Negara

Dalam rangka menunjang pelaksanaan pekerjaan pembangunan CBDRF (Common Border Datum Reference Frame), dan penentuan batas Negara yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dan Malaysia, maka terlebih dahulu harus dilakukan pengecekan peralatan receiver GPS melalui kegiatan Kalibrasi alat GPS berupa pengamatan zero baseline, Short Baseline Test, dan pengecekan tribrach.  KK Geodesi FTSL ITB diminta untuk memberikan pembekalan teknis kalibrasi GPS bagi Tim Teknis yaitu pihak Bakosurtanal dan Diptop TNI AD yang akan berangkat ke Malaysia  untuk melaksanakan kegiatan kalibrasi ini pada tanggal 8-18 mei 2007.

Berikut di bawah ini adalah hasil dokumentasi pembekalan teknis Kalibrasi GPS bagi Tim Teknis Batas Negara yaitu Bakosurtanal dan Diptop TNI AD.  Tenaga pengajar, pemberi bekal teknis dari KK Geodesi FTSL ITB yaitu Heri Andreas, Irwan Gumilar, dan Mohamad Gamal.

gps-kalibrasi02.JPG gps-kalibrasi03.JPG gps-kalibrasi04.JPG gps-kalibrasi05.JPG

Teknik zero baseline dilakukan dengan melakukan pengamatan GPS menggunakan satu antena yang dihubungkan dengan 2 receiver GPS.  Secara teori baseline yang dibentuk akan bernilai nol.  Namun demikian karena noise dan bias yang ada maka toleransi perbedaan maksimum ditentukan 3 milimeter.  Teknik Short Baseline Test dilakukan dengan membandingkan jarak baseline yang diperoleh dari hasil pengamatan GPS dengan jarak yang diperoleh dari hasil pengamatan EDM/ETS. Perbedaan jarak yang diberikan oleh masing-masing sistem, akan digunakan sebagai paramater kualitas peralatan receiver GPS, yang selanjutnya akan digunakan dalam kegiatan proyek CBDRF dan batas negara. Standar maksimum perbedaan adalah 10 milimeter.  Sementara itu pengecekan tribrah terdiri dari 2 cara yaitu dengan bantuan nivo kotak alat theodolit, dan unting-unting.

Pada pembekalan teknis pekerjaan kalibrasi receiver GPS melalui zero baseline dan Short Baseline Test ini dilakukan simulasi survei GPS metoda rapid statik dengan lama pengamatan sekitar 10-30 menit, dengan banyaknya titik amat untuk short baseline test yaitu 3 buah pilar yang dipasang masing-masing dengan interval tertentu. Satu buah receiver digunakan sebagai referensi, dan receiver lainnya digunakan sebagai rover (receiver yang bergerak dari titik amat satu ke titik amat lainnya. Rencananya 11 receiver GPS akan dibawa ke Malaysia untuk kegiatan Kalibrasi GPS ini.

Setelah selesai dilaksanakan kalibrasi alat GPS, rencananya akan dilakukan pengukuran pilar-pilar CBDRF yang melibatkan pihak-pihak terkait dari kedua negara baik dari Indonesia maupun Malaysia.  Rencana pengukuran titik akan dilakukan kurang lebih selama sebulan.  Diptop TNI AD dipercaya menjadi tim survey lapangan pengamatan GPS.  Pihak Bakosurtanal berperan sebagai koordinator survey.  Sementara itu KK Geodesi FTSL ITB akan membantu dalam hal pengolahan data hasil survey lapangan.

Berita Terkait