Survey GPS untuk Studi Aktivitas Sesar Baribis – Mei 2007

Pada tanggal 1-5 mei 2007, KK Geodesi melalui dana penelitian ITB mulai melakukan studi aktivitas Sesar Baribis dengan memanfaatkan Teknologi GPS. Studi aktivitas sesar baribis ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh KK Geodesi, dan rencananya kedepannya akan dilakukan kembali secara periodik.  Seperti diketahui bahwa Sesar Baribis berada di beberapa daerah yang cukup sarat penduduk, seperti Kadipaten, Maja, Talaga, Cikijing, dan daerah lainnya. Maka dari itu, penelitian mengenai aktivitas sesar ini jelas sekali diperlukan, karena daerah sesar Baribis cukup banyak bukti mempunyai potensi kegempaan. Teknologi GPS dapat melihat karakteristik dinamika geometrik di sekitar sesar, kemudian selanjutnya dapat dijadikan parameter dalam penentuan model aktivitas sesar. Berikut di bawah ini dapat dilihat beberapa hasil dokumentasi survey di lapangan.

baribis06.JPG baribis05.JPG baribis03.JPG baribis02.JPG

Prinsip penentuan aktivitas sesar dengan menggunakan metode survei GPS adalah dengan cara menempatkan beberapa titik di beberapa lokasi yang dipilih, secara periodik ditentukan koordinatnya secara teliti dengan menggunakan metode survei GPS. Dengan mempelajari pola dan kecepatan perubahan koordinat dari titik-titik tersebut dari survei yang satu ke survei berikutnya, kemudian bersama data-data penunjang lainnya di modelkan secara matematis maka karakteristik aktivitas sesar akan dapat dilihat dan dipelajari lebih lanjut guna pembuatan model potensi bencana alam gempa bumi.

Model yang dapat dibuat diantaranya yaitu: model deformasi elastic, yang kemudian memperlihatkan parameter-parameter sesar seperti lokasi sesar, geometri sesar dan tingkat akumulasi deformasi pada sesar.  Kemudian dari model ini kita dapat menentukan akumulasi strain, locking depth, prediksi energi gempa yang mungkin terjadi di daerah sesar tersebut.  Dengan kata lain melalui input data GPS dan output model aktivitas sesar, maka kita dapat menentukan model potensi bencana alam gempa bumi di wilayah sesar yang kita teliti.

Penentuan waktu datangnya gempa bumi, peramalan kapan gempa akan datang, masih merupakan impian para ilmuwan.  Bahkan sebagian dari mereka sudah tidak begitu optimis manusia dapat meramalkan datangnya gempa bumi.  Namun demikian, bekal informasi dimana daerah potensi gempa, dan perkiraan besarnya gempa yang terjadi merupakan suatu pencapaian yang cukup berarti dalam upaya mitigasi.  KK Geodesi FTSL ITB akan terus melakukan penelitian aktivitas sesar dengan menggunakan GPS dan teknik geodetik lainnya untuk tujuan mendapatkan informasi-informasi seperti yang telah diungkapkan di atas.  Program penelitian aktivitas sesar dengan GPS merupakan salah satu Road Map KK Geodesi.

Berita Terkait