Pelatihan GPS Tipe Navigasi untuk PAM Baplan DepHut.

Pada tanggal 25 – 26 April 2007 PAM Baplan Departemen Kehutanan mengadakan Inhouse Training pengenalan Teknologi Global Positioning (GPS) tipe Navigasi.  KK Geodesi FTSL ITB turut diminta bantuannya sebagai pemateri dan instruktur pada acara Inhouse Training ini. Peserta pelatihan  berjumlah 20 orang yang merupakan staf PAM Baplan Departemen Kehutanan.  Pelatihan dilaksanakan di Kantor PAM Baplan di jalan Ir. Juanda Bogor, dan di Taman Nasional Gede Pangrango Cibodas.  Materi teori dan praktikum lapangan diberikan dengan porsi sekitar 30 % 70%.  Program pelatihan yang dibuat meliputi pengenalan dasar teknologi GPS, metode penentuan posisi dengan GPS tipe navigasi, aplikasi-aplikasi teknologi GPS, kemudian program pengoperasian peralatan GPS tipe navigasi, simulasi penggunaan GPS tipe navigasi untuk tracking dan ground checking.

Berikut di bawah ini adalah dokumentasi kegiatan penggunaan GPS tipe navigasi untuk tracking dan ground checking yang dilaksanakan di Taman Nasional Gede Pangrango Cibodas.  Pada simulasi tracking dan ground checking ini dicari beberapa titik batas TNGP dengan menggunakan GPS merk Garmin tipe 60 CSX.

gps-pam-baplan01.JPG gps-pam-baplan05.JPG gps-pam-baplan03.JPG gps-pam-baplan04.JPG

PAM Baplan Departemen Kehutanan mempunyai tugas dan serta tanggung jawab diantaranya dalam menentukan serta membuat deliniasi peruntukan hak atas fungsi hutan.  Kemudian batas-batas peruntukan fungsi hutan tersebut selanjutnya akan dikukuhkan oleh bagian pengukuhan kawasan hutan.  Ground Checking merupakan tugas dan tanggung jawab lainnya dari PAM BAplan ini. Dan untuk melaksanakan ground checking digunakan teknologi salah satunya GPS tipe navigasi.  Untuk itu pemahaman mengenai teknologi ini merupakan salah satu kewajiban dari para staf PAM Baplan ini. Upaya peningkatan pemahaman teknologi ini dilakukan melalui program Inhouse Training ini.

Salah satu hasil hari pelaksanaan Inhouse Training ini yaitu perlu adanya perhatian bagi penggunaan dan pemanfaatan peta untuk deliniasi kawasan hutan, serta bagi pelaksanaan ground checking.  Pemahaman akan datum yang digunakan oleh suatu peta, ketelitian geometrik peta terhadap skala peta, sistem proyeksi, teknik interpolasi koordinat dari peta merupakan beberapa hal yang sangat penting.  Datum yang berbeda akan memberikan posisi yang berbeda dilapangan. Demikian pula hal nya posisi yang sama dilapangan akan memberikan nilai koordinat yang berbeda untuk datum yang berbeda.  Peta skala kecil akan memberikan ketelitian yang relatif kecil pula.  Sementara itu teknik interpolasi koordinat pada peta juga akan menjadi faktor penentu ketelitian koordinat di lapangan.

Berita Terkait