Survey GPS untuk Pemantauan Subsidence Platform Minyak BP (2007)

Fenomena subsidence selain terjadi di kota-kota besar akibat pengambilan air tanah yang berlebihan juga dapat terjadi di sekitar daerah eksploitasi minyak dan gas bumi baik onshore maupun offshore yang diakibatkan oleh massive eksploitasi sumber minyak dan gas bumi tersebut.  Indikasi subsidence dapat dilihat dari terjadinya penurunan anjungan/ridge/platform minyak. Lower Deck lambat laun menjadi secara fisik tenggelam ke dalam air. Contoh Bukti-bukti subsidence di daerah eksploitasi minyak dan gas bumi terlihat di beberapa anjungan minyak yang ada di Amerika, bahkan di wilayah Indonesia, seperti di anjungan minyak Arjuna field BP laut Jawa.

Fakta subsidence di platform minyak memberikan warning bagi risk assesment.  Dampak subsidence dapat memberikan kerusakan pada struktur platform.  Lebih jauh lagi atau lebih ekstrim lagi dampak subsidence ditakutkan membuahkan human fatalities jikalau deformasi pipa sebagai efek subsidence menyebabkan ledakan, atau platform amblas dan karam karena subsidence. Melihat potensi hazard pada platform minyak akibat dampak subsidence maka BP Indonesia melakukan monitoring subsidence yang terlihat telah terjadi di daerah Anjungan minyak Arjuna Field West Java.  Dalam melaksanakan pemantauan subsidence tersebut pihak BP melakukan kerjasama salah satunya dengan LAPI ITB.  GPS digunakan sebagai salah satu teknologi pemantauan.  KK Geodesi FTSL mewakili LAPI ITB sebagai tim survey GPS tersebut. Sampai dengan tahun 2007 KK Geodesi FTSL telah melakukan pengamatan sebanyak 5 kali. Berikut di bawah ini adalah dokumentasi platform yang dipantau serta Tim pemantau dari KK Geodesi yang melakukan pemantauan pada bulan maret sampai dengan april 2007.

bp2007b.JPG bp2007d.JPG bp2007a.jpgbp2007c.JPGgps-la-1.jpg

Sementara itu di bawah ini adalah beberapa hasil dokumentasi set up alat GPS di beberapa platform yang dipantau.  Secara keseluruhan total platform yang dipantau di sekitar Arjuna Field kini berjumlah 14 buah.  Pemilihan platform salah satunya dari indikasi fisik lower deck yang mulai tenggelam akibat mengalami subsidence.

bp2007e.JPG gps-la-2.jpg klyb-2.jpg klya-4.jpg gps-l-serv-1.jpg

Prinsip pemantau subsidence pada platform minyak dengan metode survei GPS yaitu dengan menempatkan titik pantau di platform, secara periodik untuk ditentukan koordinatnya secara teliti dengan menggunakan metode survei GPS. Dengan mempelajari pola dan kecepatan perubahan koordinat dari titik pantau tersebut dari survei yang satu ke survei berikutnya, maka karakteristik platform subsidence akan dapat dihitung dan dipelajari lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pengolahan data GPS memperlihatkan di platform minyak Arjuna Field BP West Java yang dipantau telah terjadi subsidence yang beberapa diantaranya cukup signifikan.  Fakta subsidence di platform minyak ini memberikan warning bagi risk assesment.  Dampak subsidence dikhawatirkan akan memberikan kerusakan pada struktur platform.  Lebih jauh lagi atau lebih ekstrim lagi dampak subsidence ditakutkan dapat membuahkan human fatalities jikalau deformasi pipa sebagai efek subsidence menyebabkan ledakan, atau platform amblas dan karam karena subsidence.  Hasil yang diperoleh dari pemantauan ini selanjutnya akan dianalisis guna mencari bentuk risk assestment yang tepat.

Berita Terkait