Survey Geometri Struktur dan Tilt Behaviour Platfrom BP

Fakta subsidence di platform minyak BP di Arjuna Field West Java terlihat dari hasil pemantauan GPS.  Hasil ini memberikan warning bagi risk assesment.  Dampak subsidence dapat memberikan kerusakan pada struktur platform.  Lebih jauh lagi atau lebih ekstrim lagi dampak dari subsidence yang menyebabkan kerusakan struktur platform ditakutkan membuahkan human fatalities jikalau deformasi pada pipa menyebabkan ledakan, atau platform bukan tidak mungkin amblas dan karam karena subsidence. Melihat potensi kerusakan struktur pada platform minyak akibat dampak subsidence maka BP Indonesia melakukan survey geometri struktur dan tilt behaviour.  Dalam melaksanakan survey tersebut pihak BP melakukan kerjasama dengan LAPI ITB.  Total Station digunakan sebagai alat survey geometri struktur dan tilt behaviour tersebut.  KK Geodesi FTSL mewakili LAPI ITB sebagai tim survey menggunakan Total Station. Berikut di bawah ini adalah dokumentasi survey pada bulan maret sampai dengan april 2007.

ts001.JPG ts007.jpg ts002.jpg ts003.jpg ts008.jpg ts005.jpg

Output dari hasil survey dengan menggunakan Total Station ingin melihat apakah upper atau lower deck, jembatan penghubung platform mengalami kemiringan atau twist (melintir) akibat dari efek subsidence. Total station diset untuk mencari ujung-ujung koordinat deck, kemudian juga alat Total station difungsikan sebagai digital level untuk melihat tilting pada platform.  Secara data, zero tilting akan memperlihatkan struktur platform tegak.  Sementara itu geometri dari deck memperlihatkan ada atau tidaknya twisted (efek melintir) pada struktur.

Sekarang ini data-data Total Station yang diambil dari sekitar 14 Platform Area Arjuna Field BP West Java sedang diolah, untuk menentukan bagaimana geometri struktur yang ada sekarang ini di masing-masing Platform.  Dengan fakta subsidence yang terjadi di platform-platform tersebut memberikan kesimpulan hipotesa awal bahwa platform dapat miring atau terpelintir. Bahkan di beberapa platform, kemiringan sebetulnya telah terlihat dengan kasat mata.  Subsidence yang tidak homogen pada seluruh penyangga platform yang dapat mengakibatkan kemiringan dan twist pada struktur.  Sebaliknya apabila subsidence bersifat homogen maka tidak akan berpengaruh besar terhadap geometri strukur.  Risk assestment akan bernilai lebih rendah apabila subsidence yang terjadi secara homogen, dan geometri struktur tidak terpengaruh.  Sebaliknya untuk subsidence yang tidak homogen yang berpeluang menimbulkan perubahan geometri struktur akan memberikan nilai risk asesment yang tinggi. Pipa dapat bocor akibat adanya stress dari twisting, bahkan tidak mustahil menyebabkan ledakan yang menimbulkan human fatalities.

Survey geometri struktur sebaiknya dilakukan secara berulang untuk dapat melihat dengan lebih baik ada tidaknya perubahan geometri pada struktur.  Dari perubahan geometri dapat diturunkan stress dan strain (tegangan dan regangan) pada struktur yang berguna dalam penilaian tingkat hazard di platform tersebut.  Apabila kritikal point dari stress dan strain telah melampaui batas tentunya kita akan tahu kebijakan apa yang musti diambil.

Berita Terkait