Rekonesan Survey GPS Sesar Baribis 2007

Pada tanggal 25 dan 26 maret 2007, tim KK Geodesi melalui dana penelitian dari ITB 2007 mulai melakukan rekonesan survey GPS untuk tujuan penelitian aktivitas sesar Baribis.  Kegiatan rekonesan ini dilakukan untuk mencari kemudian menentukan titik-titik GPS untuk pemantauan aktivitas sesar Baribis tersebut.  Daerah yang disurvey meliputi Sumedang, Wado, Bantar Ujeg, Bangbayang, Panjalu, Kawali, Cikijing, Maja, Majalengka, Kadipaten, Cirebon, Kuningan, Ciniru, Subang, Sela Jambe, dan paling ujung timur yaitu daerah Rancah. Rencananya titik pantau GPS yang akan digunakan untuk memantau aktivitas sesar Baribis berjumlah 15-20 titik.

Daerah survey rekonesan cukup luas dan berbukit bukit serta memiliki akses jalan yang beragam.  Di beberapa daerah cukup banyak terjadi titik-titik longsor.  Sementara itu beberapa akses jalan cukup rusak. Beberapa jembatan yang ditemui kondisinya agak rusak sehingga harus berhati-hati dalam melakukan penyebrangan.  Berikut ini diberikan beberapa dokumentasi hasil perjalanan tim survey mengelilingi daerah penelitian.

baribis11.JPG baribis05.JPG baribis04.JPG baribis07.JPG

Setelah dilakukan rekonesan selama 2 hari tersebut akhirnya telah ditemukan dan dipilih sekitar 20 titik pantau GPS untuk nantinya digunakan dalam pemantauan aktivitas sesar Baribis.  Pemilihan titik-titik tersebut diatur sedemikian rupa diantaranya beberapa titik terletak dekat dengan sesar dan beberapa titik lainnya berada di tempat yang jauh dari sesar untuk melihat far field velocity-nya. Berikut ini dapat dilihat beberapa dokumentasi titik-titik yang telah di survey.

baribis10.JPG baribis02.JPGbaribis12.JPGbaribis01.JPG baribis13.JPG

Nantinya prinsip pemantauan aktivitas sesar Baribis dengan menggunakan metode survei GPS adalah dengan melakukan pengamatan GPS di beberapa titik di beberapa lokasi yang telah dipilih, secara periodik, kemudian ditentukan koordinatnya secara teliti. Dengan mempelajari pola dan kecepatan perubahan koordinat (pola deformasi) dari titik-titik tersebut dari survei yang satu ke survei berikutnya, kemudian bersama data-data penunjang lainnya di modelkan secara matematis maka karakteristik aktivitas sesar akan dapat dilihat dan dipelajari lebih lanjut guna pembuatan model potensi bencana alam gempa bumi di sana.

Selanjutnya karakteristik aktivitas sesar Baribis yang nanti diperoleh dari survei GPS di sekitar sesar ini akan diintegrasikan dengan informasi seismisitas, informasi histori aktivitas sesar, informasi tektonik seting untuk membuat model tingkat potensi gempa bumi di sekitar sesar Baribis, dan selanjutnya model ini diharapkan dapat membantu upaya pemantauan potensi dan mitigasi bencana. Seperti diketahui ketika melakukan rekonesan titik-titik pantau GPS, juga dilakukan wawancara dengan masyarakat sekitar perihal kegempaan di daerah mereka.  Hasil wawancara menunjukkan beberapa gempa pernah terjadi disekitar sesar baribis, diantaranya di daerah Wanahayu Talaga, di Panawangan, dan juga terjadi di Sumber.

Berita Terkait