Ketelitian komponen tinggi hasil pengukuran GPS?

Sekarang ini telah banyak aplikasi dari teknologi GPS untuk memonitor land subsidence (penurunan tanah), platform (struktur) subsidence, inflasi deflasi gunungapi, yang memanfaatkan komponen tinggi (tinggi elipsoid) yang diberikan sistem GPS.  Contoh publikasi yang telah ada di jurnal publikasi seperti land subsidence monitoring di Las Vegas, Shanghai, Jakarta, Bangkok, Bandung basin area dengan menggunakan teknologi GPS.  USGS sebagai salah satu divisi survey geologi yang paling terkenal di dunia pun telah memanfaatkan GPS untuk pemantauan land subsidence di beberapa wilayah di Amerika Serikat. Kemudian yang sekarang ini sedang hangat yaitu terjadinya subsidence di daerah semburan lumpur panas Porong Sidoarjo.  Salah satu surat kabar nasional mengutip (september 2006) hasil penelitian yang menyatakan Siring turun 88 sentimeter.

Ironisnya, masih banyak orang-orang yang tidak mempercayai sistem GPS dapat digunakan untuk pemantauan land subsidence tersebut.  Ketika pertama terindikasi land subsidence telah terjadi di daerah semburan lumpur panas Porong Sidoarjo, banyak kalangan yang menyangsikan hal tersebut.  Kemudian ketika rumah-rumah mulai retak, saluran drainase berbalik arah, genangan mulai muncul sebagai akibat dari subsidence, maka sebagian orang mulai percaya subsidence terjadi dan dapat dimonitor dengan GPS, sementara sebagian orang lagi tidak percaya. Sampai sekarang ketika subsidence di daerah porong sudah mencapai sekitar 4 meter lebih hasil perekaman data GPS, banyak orang yang masih tidak percaya.  Menurut kamus mereka bahwa ketelitian tinggi GPS itu jelek, atau lebih jelek dibandingkan horisontalnya.

Apakah kamus mereka salah? kamus mereka tidak salah, namun tidak lengkap. Ketelitian tinggi GPS memang lebih rendah apabila dibandingkan dengan ketelitian horisontalnya.  Seberapa rendah? hasil penelitian seorang engineer GPS bernama Jaldelhag (1995) menyatakan bahwa ketelitian komponen tinggi GPS lebih rendah sekitar 3 kalinya ketelitian horisontal.  Jadi ketika orang menyatakan ketelitian tinggi GPS itu 300 meter benar atau salah? jawabannya benar, tapi ketika orang menggunakan GPS tipe navigasi metoda absolut positioning ketika kebijakan SA (Selective Availibility) masih on (sebelum mei 2000). Kemudian ketika GPS mampu memonitor land subsidence yang besarnya beberapa sentimeter atau desimeter saja harusnya orang percaya? jawabannya pastinya harus, karena ketelitian horisontal sudah dapat mencapai 2 milimeter dengan teknik penentuan posisi secara diferensial, dengan demikian apabila dikalikan 3 maka ketelitian komponen tinggi sudah dapat mencapai 6 milimeter.

Penyebab komponen tinggi GPS mempunyai ketelitian yang lebih rendah dibandingkan komponen horisontal diantaranya disebabkan faktor geometri satelit yang tidak memungkinkan pengamatan di bawah horison, sehingga kekuatan ikatan jaring untuk komponen tinggi lebih lemah, kemudian adanya beberapa bias seperti bias troposfer yang akan mempengaruhi tingkat ketelitian (memperjelek ketelitian) yang lebih pada komponen tinggi.  Satu catatan yang penting, untuk mendapatkan ketelitian komponen tinggi mencapai 6 milimeter bukan-lah pekerjaan yang mudah, namun bukan pula sesuatu hal yang mustahil.  Lalu mengapa masih ada orang yang tidak percaya???

Berita Terkait