Pengembangan G & G melalui Clean Government dan Sertifikasi

Geodesi dan Geomatika (G & G) merupakan bidang keilmuan yang dirasakan sebagian orang di Indonesia terasa tidak begitu populer dan memiliki keterbatasan dalam hal pengembangan ilmu dan aplikasinya.  Hal ini dimungkinkan karena mereka melihat sisi pandang ilmu geodesi yang merupakan salah satu ilmu tertua dalam bidang ilmu kebumian (Geo-Science), sehingga karena sifat “tua” -nya tersebut seolah-olah tidak begitu banyak perkembangannya.  Tetapi, apabila kita tengok ke luar negeri seperti Canada, kita dapat melihat bahwa bidang ilmu Geodesi yang telah bertansformasi menjadi Geomatika dan juga Surveying merupakan salah satu bidang keilmuan yang cukup populer disana.  Begitu pula hal-nya di Amerika, Geomatika bersama keilmuan lainnya masuk kedalam ilmu yang cukup banyak dikenal di masyarakat luas di sana.

Entah faktor utama apa yang menyebabkan Geodesi dan Geomatika tidak begitu populer di Indonesia dibandingkan dengan di negara-negara lain yang telah lebih maju dari Indonesia.  Beberapa faktor yang memungkinkan ketidak-populeran bidang G & G ini dimungkinkan karena proses sosialisasi keilmuannya yang kurang maksimal yang dilakukan oleh orang-orang yang menggeluti bidang ini,  keterbatasan produk “nyata” yang dapat dicerna oleh orang awam, kurangnya penghargaan terhadap profesi, atau faktor-faktor eksternal yang sulit untuk dikaitkan secara langsung namun memberikan dampak yang cukup besar, seperti contohnya faktor clean government dan sertifikasi profesi.

Clean Government dan Pengembangan G & G

Negara Indonesia sekarang ini telah masuk ke dalam daftar catatan negara-negara terkorup di Dunia.  Setelah pemerintahan orde baru yang bertahan beberapa dekade dengan bentuk-bentuk korupsi yang terindikasi begitu kental digulingkan oleh pemerintahan reformasi, dengan harapan utama menghilangkan korupsi di negeri ini, yang terjadi malah bentuk korupsi terindikasi menjadi lebih “masal”. Walaupun tidak dipungkiri juga upaya pemberantasan korupsi tetap diupayakan secara semaksimal mungkin yang maksimal dapat dilakukan menuju sistem “clean Government”. Sudah bukan rahasia umum lagi sebuah instansi meminta potongan 30 hingga 40 persen dari suatu pembiayaan proyek yang menyebabkan “mark Up” dan juga penyimpangan “kualitas” pekerjaan, atau penyimpangan segi “kompetensi” pekerjaan. Sebagai contoh banyak sekali pekerjaan Geodesi Geomatika yang dikerjakan oleh orang yang tidak memiliki kompetensi dibidang ini dengan alasan penghematan biaya, atau supaya biayanya cukup karena sudah disunat begitu besarnya.

lalu apa sebenarnya hubungan antara Clean Government dengan Pengembangan G & G? secara sederhana dapat di jawab apabila kita memiliki pemerintahan yang bersih, dimana segala sesuatu ditempatkan sebagaimana mestinya, seperti pekerjaan geodesi geomatika diserahkan kepada orang-orang yang memang menggeluti bidang ini, pemerintah sadar pentingnya bidang ini, kemudian kualitas pekerjaan terjamin karena pekerjaan dilakukan dengan benar, maka tidak hanya keilmuan Geodesi dan Geomatika yang dapat berkembang, begitu pun keilmuan-keilmuan lainnya dapat berkembang sesuai porsinya.

Sertifikasi dalam Bidang Geodesi dan Geomatika

Sertifikasi di bidang Geodesi dan Geomatika akan turut mengembangkan keilmuan G & G ini secara pasti.  Apabila sekarang ini baru seorang dokter yang boleh menyuntik orang, kemudian kalo bukan berarti dikategorikan mal-praktek, mudah-mudahan kedepannya harus orang Geodesi dan Geomatika yang mengerjakan bidang kompetensi G & G, apabila orang lain yang melakukannya dapat dikategorikan juga mal praktik.  Disini lah pentingnya sertifikasi profesi untuk diwujudkan, terlebih menuju era globalisasi, dimana persaingan akan menjadi semakin ketat.

Langkah menuju sertifikasi profesi Geodesi dan Geomatika kini telah diupayakan, dan bahkan sudah sebagian terwujud, seperti adanya surveyor berlisensi yang diberikan oleh BPN.  Perjalanan masih cukup jauh, semoga kedepannya  upaya sertifikasi ini dapat sukses dilaksanakan, sehingga dapat membantu pengembangan keilmuan Geodesi dan Geomatika.  Mudah-mudahan saja kedepannya bidang G & G akan populer di negeri Indonesia, sebagaimana kini telah populer di beberapa negara-negara maju di Dunia ini.

Berita Terkait