G & G dalam EDU FAIR 2007 SMU 5 Bandung

Pada hari sabtu tanggal 3 Maret 2007 diadakan EDU FAIR 2007 yang diselenggarakan oleh SMU 5 Bandung.  Acara diselenggarakan di Sekolah SMU 5 – jalan Belitung nomor 8 Bandung.  Isi EDU (Education) FAIR 2007 berupa Pameran dan Presentasi Perguruan Tinggi kepada murid-murid Sekolah Menengah Umum (khususnya SMU 5) yang kelak akan melanjutkan sekolahnya di perguruan-perguruan tinggi yang diminati.  Peserta Pameran dan Presentasi datang dari berbagai Perguruan Tinggi Nasional baik Negeri maupun Swasta, Institut, bahkan dari beberapa Perguruan Tinggi luar Negeri. Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika (G & G) FTSL ITB termasuk juga KK Geodesi di dalamnya turut berpartisipasi dalam EDU FAIR 2007 ini sebagai langkah sosialisasi keilmuan yang dimiliki.

Di bawah ini adalah gambar hasil dokumentasi pelaksanaan EDU FAIR 2007. Murid-murid SMU 5, juga orang tua murid yang diundang, dan murid-murid dari SMU lain yang terdekat cukup antusias dalam mengikuti kegiatan EDU FAIR ini. Semangat untuk terus menimba ilmu begitu terlihat, dan menjadi nilai positif bagi perkembangan ilmu dan teknologi, dan juga bagi tatanan umum kehidupan masyarakat kita.

s2020026.JPG s2020029.JPG s2020037.JPG s2020034.JPG

Ilmu Geodesi dan Geomatika serasa masih cukup asing dimata masyarakat kita seperti contohnya bagi siswa-siswi Sekolah Menengah Atas.  Padahal apabila telah diketahui dengan cukup baik, bidang ini cukup menarik, dan memiliki peranan cukup penting di bidang-bidang aplikasi di masyarakat.  Terlebih lagi dengan adanya teknologi satelit telah membuat bidang keilmuan Geodesi dan Geomatika berkembang lebih pesat lagi.  Bahkan di luar negeri bidang Geodesi dan Geomatika sebenarnya termasuk bidang yang cukup populer.

Tema Pameran yang diberikan dari Prodi Geodesi Geomatika dan KK Geodesi

Program Studi Teknik Geodesi dan Geomatika (G & G) Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan ITB mengusung tema pengenalan keilmuan Geodesi dan Geomatika, kemudian bagaimana sejarah dan perkembangan dari Geodesi dan Geomatika ITB, bagaimana sistem pendidikan dilaksanakan, dan terakhir bagaimana prospek dari lulusan geodesi kedepannya

Selama kurun waktu lebih dari 50 tahun telah dihasilkan lebih dari seribu orang alumni dengan rata-rata 60 orang setiap tahunnya. Selama ini telah dilakukan sebanyak delapan kali pergantian kurikulum demi kesesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang teknik geodesi. Dengan kata lain, lebih dari seribu orang lulusannya dihasilkan dari oleh ilmu dan teknologi yang berbeda dari generasi ke generasi.

Saat ini dan di masa datang, perkembangan teknologi satelit  dan komunikasi telah membuka wawasan baru untuk aplikasinya di bidang Teknik Geodesi Geomatika. Penggunaan teknologi ini memungkinkan perolehan data yang cakupannya lebih luas dan mendalam dengan waktu yang singkat, akurat dan biaya murah. Hal ini dapat dilihat dari diluncurkannya berbagai satelit yang memiliki misi untuk memantau bumi. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan Teknik Geodesi, terutama penggunaan Global Positioning System dan pengolahan citra digital, sehingga pemanfaatan teknologi satelit sudah tidak dapat dikesampingkan lagi.

KK Geodesi memberikan tema tentang lingkup kajian KK Geodesi secara umum, dan secara khususnya memfokuskan sub kajian ilmu pemantauan dan mitigasi bencana alam menggunakan teknik Satelit Geodesi.  Kasus Semburan lumpur dan land subsidence di Porong Sidoarjo merupakan contoh lingkup kajian yang dipaparkan dan sekarang ini tengah dilakukan oleh KK Geodesi. Dengan menggunakan teknologi Satelit Geodesi seperti GPS (Global Positioning System) dan InSAR kita dapat membantu upaya pemantauan dan mitigasi dari bencana kebumian seperti gempa bumi, aktivitas vulkanis gunungapi, longsoran tanah, pemantauan land subsidence, pembangunan sistem informasi mitigasi bencana, dan lain-lain.

Berita Terkait