Asap Tebal melingkupi KK Geodesi

Pada hari rabu tanggal 7 februari 2007 asap tebal sekali melingkupi KK Geodesi.  Jarak Pandang visual hanya berkisar 33 senti saja.  Jarak pandang yang terbatas ini akan sangat membahayakan bagi navigasi penerbangan.  Namun demikian penerbangan dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta Jakarta tetap dilakukan, karena yang berasap hanya sekitar KK Geodesi saja, prodi geodesi, dan teknik lingkungan, sedangkan di Bandara sana cukup cerah.  Asap tebal yang datang tersebut ternyata berasal dari fogging DBD (pengasapan pencegahan demam berdarah). Di bawah ini adalah suasana ketika pengasapan berlangsung.  Meskipun kalo pas motonya sesek napas, sama gelap gulita, plus sedikit perih mata, namun fotonya cukup indah.

dbd002.jpg dbd001.jpg dbd004.jpg dbd003.jpg s2020006.JPG

Fogging DBD dilaksanakan secara mendadak, tanpa ada pemberitahuan awal terlebih dahulu seperti halnya petugas pamong praja yang tiba-tiba datang merazia pedagang kaki lima, atau polisi yang merazia ruang KTV, dan ruang jedang jedung.  Tujuan dari acara pengasapan mendadak dan sepertinya bersifat rahasia ini, supaya nyamuk-nyamuk DBD lengah, tidak menyangka, dan tidak mempunyai persiapan untuk melarikan diri.  Di samping itu juga sifat rahasia bertujuan menghindari adanya civitas akademia baik itu dosen, atau pembantu rektor, atau pegawai puslog, atau yang lainnya yang mungkin menjadi oknum yang dengan sengaja membocorkan penyelenggaraan acara pengasapan pada nyamuk-nyamuk DBD.

Sepertinya acara fogging DBD yang mendadak ini berhasil. Banyak nyamuk-nyamuk DBD dikabarkan pada kaget, mengalami shock berat, bahkan diantaranya mengalami stroke.  Bukan hanya nyamuk saja, banyak orang-orang juga ikut kaget tiba-tiba asap datang,  seperti contoh pada gambar di atas sebelah kanan, terdapat seorang anggota KK Geodesi yang berusaha lari tunggang langgang setelah melihat asap tebal melingkupi ruang KK Geodesi, sampai dia lupa untuk membawa barang-barang berharga seperti pupen, penggaris, pensil, dan sendal jepit buat jumatan di PDAM.

Mudah-mudahan dengan dilaksanakan fogging DBD ini telah menyadarkan, mengembalikan nyamuk-nyamuk ke jalan yang benar, untuk tidak menggigit lagi manusia, dan menularkan virus yang mematikan ini.  Kita sekarang prihatin dengan wabah DBD yang kian menjadi.  Masih banyak nyamuk-nyamuk yang belum mengerti arti sari toleransi antar manusia dan nyamuk.  Mungkin nyamuk-nyamuk masih mencontoh sebagian dari golongan di masyarakat kita yang masih ingin memaksakan kehendaknya terhadap sesama, sehingga mereka gelap mata dan mengesampingkan arti toleransi. Coba mari mulai-lah untuk bersikap lebih toleran, dan tentunya menutup bak-bak air, ember yang masih bagus tidak bocor, mengubur kaleng-kaleng bekas, dan menutup genangan air yang berpotensi sebagai sarang nyamuk nakal.

Berita Terkait