Survey monitoring landslide di Kecamatan Panawangan Ciamis menggunakan Teknologi GPS

Daerah Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Jawa Barat diketahui sebagai daerah rawan landslide. Pergerakan tanah mulai dirasakan oleh penduduk setempat sekitar tahun 70-an sampai sekarang.  Bahkan dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini pergerakan tanah mulai terlihat secara signifikan. Retakan-retakan pada tanah dan bangunan penduduk terlihat dengan kasat mata.  Bukan hanya itu saja, jalan raya yang melintasi desa yang rawan landslide terlihat retak-retak dan melengkung dari struktur awalnya.

Di bawah ini dapat dilihat dokumentasi bukti fisik pergerakan tanah yang terjadi di daerah Panawangan tersebut. Bangunan terlihat retak-retak dan sebagian pondasinya amblas, tanah-tanah di kebun terlihat belah, kemudian struktur jalan yang melengkung akibat darii pergerakan tanah yang terjadi di bawahnya.

gpsciamis006.jpg gpsciamis007.jpg gpsciamis011.jpg gpsciamis008.jpg

Dengan adanya bukti-bukti fisik pergerakan tanah di atas telah memberikan kekhawatiran di kalangan penduduk yang menetap disana.  Mereka khawatir bencana landsile akan datang, yang dapat menimbulkan kerugian baik secara materi maupun imateri.

Pentingnya upaya pemantauan potensi dan mitigasi bahaya landslide.

Timbulnya pergerakan tanah yang berujung pada terjadinya landslide (tanah longsor) dapat menimbulkan bencana berupa kerusakan pada bangunan dan korban jiwa.  Menurut catatan yang diberikan Sugalan dkk (1999), bencana tanah longsor merupakan salah satu jenis bencana geologi terbesar yang ada di Indonesia.  Selama tiga dekade terdahulu, korban jiwa akibat bencana tanah longsor mencapai 1438,  tahun 1987-1997 tercatat 641 orang meninggal, 112 cedera, 2116 hektar lahan pertanian dan 5155 rumah hancur, serta 33000m jalan ikut rusak.

Melihat efek negatif yang cukup besar ditimbulkan bencana tanah longsor atau landslide ini, maka upaya pemantauan potensi dan mitigasi untuk tujuan mereduksi dampak negatif tersebut perlu dilaksanakan dengan sebaik mungkin dengan menerapkan ilmu dan teknologi.

Studi monitoring Landslide di Panawangan dengan metode Geofisika dan GPS

Salah satu langkah upaya untuk memantau potensi dan mitigasi bencana landslide yang mungkin terjadi di daerah Panawangan Ciamis yang terlihat rawan landslide telah dilakukan dengan cara studi monitoring landslide menggunakan metode geofisika seperti georadar dan geolistrik, serta dengan menggunakan teknologi Global Positioning System.  Tim yang melakukan studi adalah tim dari KK Geofisika ITB bekerjasama dengan DVMBG untuk 2 periode, dan kemudian setelah itu ikut serta juga KK Geodesi FTSL ITB pada periode ke tiga untuk survey dengan menggunakan GPS.

Survei GPS di Panawangan Ciamis periode ke 3 dilaksanakan pada tanggal 9 sampai 11 Januari 2007.  Pada survei GPS di daerah Panawangan ini sebanyak 9 titik yang ditempatkan di area yang diperkirakan menjadi tempat pergerakan tanah, dipantau dengan GPS. Alat GPS yang digunakan adalah GPS tipe geodetik sebanyak 3 buah. Di bawah ini adalah dokumentasi pelaksanaan survey GPS di lapangan.

gpsciamis005.jpggpsciamis010.jpg gpsciamis003.jpg gpsciamis004.jpg gpsciamis001.jpg

Kini data hasil survey lapangan sedang diolah dengan menggunakan sofware Ski pro, kemudian setelah selesai akan digabungkan denga hasil-hasil pengolahan data periode-periode sebelumnya, kemudian akan dilhat bagaimana karakteristik vektor pergeseran yang mencerminkan pergerakan tanah di sekitar daerah studi Panawangan. Data hasil dari survey GPS ini selanjutnya akan di gabung dengan data-data hasil survey metode geofisika, dan dilakukan analisis.

Studi monitoring landslide yang dilakukan di kecamatan Panawangan Ciamis dengan menggunakan metode geofisika dan survey GPS ini diharapkan dapat berkontribusi bagi sistem pemantauan potensi dan mitigasi bencana lanslide di daerah Panawangan dan sekitarnya.  Besar peluang bencana tersebut akan datang, namum demikian diharapkan dengan sistem pemantauan potensi dan mitigasi yang baik maka efek negatif dari bencana ini dapat dihindarkan atau minimal di reduksi secara maksimal.

 

Berita Terkait