Pemberdayaan Masyarakat melalui PELATIHAN

Dalam rangka pemberdayaan masyarakat dalam bidang keilmuan dan teknologi geodesi, KK Geodesi menyelenggarakan program pelatihan berupa pelatihan GPS, pelatihan Survey Batas Wilayah, pelatihan Pemahaman Datum dan Sistem koordinat, dan pelatihan yang berkaitan dengan keilmuan dan teknologi geodesi lainnya

PELATIHAN TEKNOLOGI GPS                                                                                        —————————————————————————————————————————————————

Mengingat sistem GPS  aplikasinya cukup banyak membantu program atau proyek dunia kerja baik itu di instansi pemerintahan atau pun swasta, maka sebagai upaya untuk ikut serta berkontribusi dalam memberikan pengenalan dan pemahaman mengenai teknologi GPS, serta turut mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia GPS yang tangguh di Indonesia ini, KK GEODESI FTSL ITB membuat suatu program pelatihan GPS.

Program Pelatihan GPS ini dibuat berjenjang mulai dari program pengenalan teknologi GPS bagi para orang awam yang sama sekali belum mengenal GPS, program pemahaman GPS yang diperuntukan bagi orang orang-orang yang ingin memahami dan mendalami secara baik mengenai teknologi sistem ini (baik dalam hal teori kerja sistem GPS, pengambilan data GPS, pengolahan data GPS dan sistem kontrol kualitasnya, baik dari aspek teoritis maupun praktisnya),  sampai pada program pemahaman lanjut yang diperuntukan bagi orang-orang dalam level pengambil kebijakan (decision maker) untuk memahami tata laksana proyek GPS dan sistem kontrol kualitasnya secara umum dan menyeluruh.

Dalam bentuk tema pembahasannya program pelatihan GPS  ini dibagi sebagai berikut :

1)  Program pemahaman tentang dasar teknologi GPS secara umum, sejarah dan
keunggulannya, serta penentuan posisi dan survai dengan GPS
2)  Program pengoperasian receiver GPS tipe geodetik dan tipe navigasi.
3)  Program pengumpulan data survei GPS serta penyimpanannya dalam komputer.
4)  Program kemampuan pengolahan data survei GPS serta mekanisme kontrol kualitasnya.

Program pelatihan ini dapat diberikan baik secara menyeluruh atau sebagian saja tergantung dari kebutuhannya.  Sebagai contoh seorang operator mungkin hanya memerlukan program pelatihan sampai tingkatan pemahaman dasar GPS dan kemampuan operasionalisasi alat dan pengambilan data di lapangan.  Namun beda hal nya dengan para pengambil kebijakan (decesion maker) yang harus mengikuti program sampai tingkat pemahaman secara menyeluruh mengenai teknologi GPS ini.

Materi yang diberikan dalam Pelatihan GPS ini secara umum akan terdiri dari 30% teori dan 70% praktek lapangan.  Bagian lapangan mempunyai prosentase yang lebih tinggi, karena dengan kita praktek langsung dilapangan biasanya pemahaman yang akan kita peroleh akan cenderung lebih baik.

PELATIHAN SURVEY BATAS WILAYAH                                                                          ————————————————————————————————————————————————–

Sesuai dengan isi dan jiwa Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah bahwa Pemerintah telah memberikan kewenangan yang luas kepada Daerah, bukan saja pada wilayah darat, akan tetapi juga diberikan kewenangan di wilayah laut secara proporsional yang diwujudkan dengan Pengaturan, Pembagian dan Pemanfaatan Sumberdaya Nasional, serta Pertimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sesuai dangan prinsip-prinsip demokrasi, peran serta masyarakat, pemerataan keadilan serta potensi dan keanekaragaman Daerah yang dilaksanakan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk memperjelas wilayah kewenangan maka dipandang perlu mengambil langkah-langkah kebijakan guna mengantisipasi terjadinya permasalahan perbatasan, yang cenderung akan menimbulkan dampak negatif terhadap masa depan perwujudan ekonomi daerah dalam rangka pembangunan daerah dan pemerataan pertumbuhan. Kebijakan dibidang batas Daerah dititik beratkan pada upaya mewujudkan batas daerah yang jelas dan pasti baik dari dari aspek juridis maupun fisik dilapangan, dalam rangka memelihara keutuhan, kesatuan bangsa serta mewujudkan Wawasan Nusantara. Salah satu cara guna mendukung kebijakan dalam rangka penetapan dan penegasan batas daerah tersebut yaitu pemberdayaan Sumber Daya Manusia dalam melaksanakan kegiatan penentuan batas di daerah.

KK Geodesi merupakan salah satu working group yang cukup banyak mengkaji masalah batas wilayah ini, dan bahkan merupakan bagian dari tim yang menyusun pedoman teknis masalah batas wilayah.  Sebagai upaya lanjut dalam berkontribusi menata batas wilayah yang benar, maka KK Geodesi membuat program Pelatihan Survey Batas Wilayah, dengan tujuan sosialisai dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia bagi daerah daerah, dalam melaksanakan kegiatan penentuan batas di daerah.

PELATIHAN PEMAHAMAN DATUM & SISTEM KOORDINAT                                             ————————————————————————————————————————————————-

Untuk menjamin adanya konsistensi dan standardisasi, perlu ada suatu sistem dalam menyatakan koordinat. Sistem ini disebut datum geodetik dan sistem koordinat.  Datum geodetik adalah sejumlah parameter yang digunakan untuk mendefinisikan bentuk dan ukuran elipsoid referensi yang digunakan untuk pendefinisian koordinat geodetik, serta kedudukan dan orientasinya dalam ruang terhadap fisik bumi.  Sementara itu sistem koordinat adalah sistem (termasuk teori, konsep, deskripsi fisis dan geometris, serta standar dan parameter) yang digunakan dalam pendefinisian koordinat dari suatu atau beberapa titik dalam ruang.

Kesalah pahaman dalam pengertian datum dan sistem koordinat dapat berakibat merugikan.  Kita ambil contoh akibat kesalahan pemahaman datum geodetik maka suatu posisi dapat bergeser ratusan meter.  Kita mungkin pernah mendengar kesalahan posisi titik pemboran minyak, atau adanya konflik batas daerah, yang merupakan ekses dan kesalahan pemahaman datum dan sistem koordinat.

KK Geodesi memiliki kompetensi salah satunya di bidang pembahasan datum dan sistem koordinat.   Melihat masih banyak terdapatnya kesalah pahaman, atau salah persepsi dalam hal datum dan sistem koordinat, yang dapat menimbulkan ekses negatif yang cukup merugikan, maka KK Geodesi membuat program Pelatihan Pemahaman Datum dan Sistem koordinat. Diharapkan dengan adanya bentuk pelatihan ini dapat membantu para praktisi, engineer, dan lain-lain untuk dapat memahami dengan benar akan arti datum dan sistem koordinat, sehingga membantu pekerjaan mereka dengan benar, dan lebih efisien.

PELATIHAN INTEGRASI SISTEM GPS & GIS                                                                  ————————————————————————————————————————————————–

GPS dan GIS disebut sebagai dua sistem teknologi yang revolusioner pada abad ini.  Kedua sistem ini sama-sama berlatar belakang geo-science, sehingga keberadaan satu sama lainnya sebenarnya banyak mempunyai keterkaitan.  Mungkin selama ini kebanyakan orang lebih memilih membangun sistem itu secara terpisah, atau secara tanpa disadari integrasi kedua sistem ini sebenarnya telah mereka lakukan.

Bentuk integrasi sistem GPS dengan GIS  diantaranya GPS dapat digunakan sebagai alat bantu dalam proses transformasi koordinat pada data spasial sebuah sistem GIS yang dibangun, GPS dapat digunakan sebagai alat bantu dalam updating data spasial sebuah sistem GIS yang dibangun,  GPS (GPS Topografi/Levelling, GPS tracking) dapat pula digunakan sebagai pembangun data spasial sebuah sistem GIS yang akan dibangun, dan sekarang ini di dunia sedang booming diaplikasikan integrasi GPS dan GIS dalam sistem   Rover GPS realtime tracking  dengan sistem Base GIS visualization  tracking.

Bila kita melihat di negara kita, pengenalan dan pengembangan teknologi GPS dan GIS sudah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu dalam kurun waktu yang bersamaan dan terus berkembang sampai saat ini baik dalam volume maupun jenis aplikasinya. Mengingat kedua bentuk sistem ini cukup banyak sekali membantu program atau proyek dunia kerja baik itu di instansi pemerintahan atau pun swasta, maka sudah seharusnya bila sistem ini supaya dapat lebih €˜dimasyarakatkan€™ di negara kita ini.

KK Geodesi merupakan salah satu working group yang cukup banyak mengkaji dan mengaplikasikan sistem GPS dan mengintegrasikannya dengan GIS. Sebagai upaya untuk ikut serta berkontribusi dalam memberikan pengenalan dan pemahaman mengenai ruang lingkup teknologi GPS dan GIS serta bentuk integrasi antara kedua sistem ini, serta turut mewujudkan pembangunan Sumber Daya Manusia GPS dan GIS yang berkualitas, maka KK Geodesi  membuat suatu program pelatihan pengenalan Integrasi sistem GPS & GIS.

Tujuan utama dari pelatihan adalah untuk memberikan wawasan, pengetahuan, dan cara-cara mengaplikasikan sistem integrasi antara GPS dengan GIS, serta memberikan pemikiran awal untuk pengimplementasian sistem sesuai dengan bidang yang ditekuni.

PELATIHAN TEKNOLOGI SATELIT ALTIMETRI                                                                 ———————————————————————————————————————————————-

Sistem satelit altimetri berkembang sejak tahun 1975, saat diluncurkannya sistem satelit Geos-3.  Pada saat ini secara umum sistem satelit altimetri mempunyai tiga objektif ilmiah jangka panjang yaitu: mengamati sirkulasi lautan global, memantau volume dari lempengan es kutub, dan mengamati perubahan muka laut rata-rata (MSL) global.

Dalam konteks geodesi, objektif terakhir dari misi satelit altimetri tersebut adalah yang menjadi perhatian.  Dengan kemampuannya untuk mengamati topografi dan dinamika dari permukaan laut secara kontinyu, maka satelit altimetri tidak hanya bermanfaat untuk pemantauan perubahan MSL global, tetapi juga akan bermanfaat untuk beberapa aplikasi geodetik dan oseanografi seperti yang diberikan [SRSRA, 2001; Seeber, 1993]: Penentuan topografi permukaan laut (SST), Penentuan topografi permukaan es, penentuan geoid di wilayah lautan, penentuan karakteristik arus dan eddies, penentuan tinggi (signifikan) dan panjang (dominan) gelombang, studi pasang surut di lepas pantai, penentuan kecepatan angin di atas permukaan laut, penentuan batas wilayah laut, dan es, studi fenomena El Nino, manajemen sumber daya laut, dan Unifikasi datum tinggi antar pulau.

Melihat begitu luasnya spektrum aplikasi dari Teknologi Satelit Altimetri, dan terlebih lagi akan sangat bermanfaat bagi wilayah Indonesia yang 2/3 bagiannya merupakan daerah laut, maka perlu dilakukan pemberdayaan keilmuan teknologi Satelit Altimetri ini.  KK Geodesi merupakan salah satu dari tidak begitu banyak institusi yang telah mempelajari secara dalam mengenai sistem ini.  Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, maka KK Geodesi membuat program Pelatihan Teknologi Satelit Altimetri, bagi pihak-pihak yang ingin mempelajari dan meningkatkan pemberdayaan SDM dalam hal teknologi Satelit Altimetri ini.

Mekanisme dan jadwal pelaksanaan pelatihan

Record kerjasama pelatihan yang telah diselenggaran KK Geodesi

 

 

Berita Terkait