Wisata Kuliner KK Geodesi

Seperti halnya ketika Tentara sekutu dibocengi NICA, atau NICA dibocengi sekutu (lupa lagi siapa yang dibonceng dan yang membonceng, tapi yang jelas keduanya musti memakai helm), ketika KK Geodesi melakukan survey penelitian ke lapangan maka ada juga agenda yang membocengi kegiatan penelitian tersebut, yaitu kegiatan wisata kuliner. Kegiatan ini dilakukan disela-sela survey penelitian yang biasanya berupa pengamatan GPS. Waktunya bisa malam hari ketika setelah survey berakhir di petang hari, kemudian mandi-mandi, sedikit bergosip, dan briefing rencana kegiatan besok. Atau wisata kuliner dilakukan disela-sela mobilisasi survey dari satu tempat ke tempat lainnya.  Bahkan bisa juga wisata kuliner dulu baru survey atau kita lupa survey malah asik wisata kuliner.

pict0032.JPG s2020033.JPG pict0033.JPG s2020035.JPG

Meskipun tidak seserius Bondan Maknyos, tapi kita tidak bercanda ketika melakukan wisata kuliner, melainkan makan sambil bercanda.  Kita coba dengan serius memahami rasa-rasa makanan yang ada, dan menilai tingkat ketajaman rasanya.  Selain itu bentuk penyajiannya kita tilik secara seksama.  Dan paling penting kuantitas porsi makanan, serta lama tidaknya penyajian merupakan faktor penting program kajian wisata kuliner.

Berikut ini diberikan beberapa hasil program wisata kuliner ke daerah-daerah penelitian, yang menunjukkan tempat-tempat yang keren, enak makanannya, ramah dan manis banget pelayannya, harga gak jadi masalah (money no objection), cepat saji, dan porsinya pas di perut anak-anak mahasiswa prihatin.  Sebelumnya untuk menjaga identitas, nama baik, dan hal-hal baik lainnya, maka nama tempat, daerah, dan lain-lainnya akan disebutkan dengan nama inisial, singkatan (contoh : sutomo = see yu tumorow) atau nama-nama dialek, atau nama-nama lainnya, yang jelas sangat bertentangan dengan kaidah bahasa Indonesia yang mungkin baik mungkin benar:

Ketika kita pergi ke Garut, contoh melaksanakan penelitian deformasi gunungapi, maka kita pastikan singgah di rumah makan berinisial nasi TJ yang terletak beberapa kilo sebelum memasuki kota Garut, atau beberapa puluh kilometer setelah Bandung, atau jauh sekali jaraknya dari Jogjakarta. Rasa makanannya begitu sunda bangeeeet, nasinya pulen, dan rasanya cukup maknyos.  Selain itu untuk makan malem akan cocok apabila kita pergi ke suatu perapatan di kota Garut bernama Crossection Five untuk menyantap sate dengan hiburan lantunan lagu-lagu dangdut yang merdu, dimana petikan dawai harpa, dan suara flute, serta gesekan biolanya menyayat hati.

s2020068.JPG s2020069.JPG s5003928.JPG dscf0031.JPG

Ketika melakukan perjalanan dari Bandung ke Jakarta lewat puncak, maka Hj DD dan Hj NN merupakan tempat yang patut untuk dituju.  Di samping itu juga ada juga orang yang tergila-gila untuk menyantap sop kaki di Sam olo olo.  Ketika ke Sukabumi, maka the one and the only place nyaeta rumah makan BuCrazy.  Rasanya sunda sedaaaap. Kemudian kalo ke surabaya ya pastinya rawon ama soda gembira harus menyertai, disamping tahu campur, tahun tek, dan makanan attached petis lainnya. Terakhir apabila kita berada di gunung gede eta cai meni ngagolontor, langsung minum saja tanpa harus dimasak.

 

Berita Terkait