Pemasangan Continous GPS di Porong untuk monitoring Subsidence

Semburan lumpur panas dari bawah permukaan bumi ke atas permukaan bumi telah terjadi di daerah Porong Sidoarjo Jawa TImur (Sekitar 20 kilometer sebelah selatan Surabaya). Semburan ini terjadi ketika PT Lapindo melakukan eksplorasi gas dan minyak bumi dengan melakukan pemboran di daerah Porong tersebut.  Mekanisasi dari kejadian ini sampai sekarang masih kontradiktif antara kelalaian manusia dan gejala alam.  Akibat dari semburan lumpur yang terus menerus dengan volume yang cukup besar maka telah menimbulkan luapan dan genangan lumpur di sekitar daerah Porong.  Tercatat sampai sekarang beberapa desa sudah tenggelam dalam lumpur.  Sampai kapan luapan lumpur akan terjadi masih menjadi tanda tanya.

lumpur-porong01.JPGlumpur-porong02.JPG lumpur-porong03.JPG lumpur-porong04.JPG

Land subsidence didefinisikan sebagai penurunan muka tanah sebagai fungsi dari waktu yang diakibatkan oleh banyak faktor, seperti pengambilan airtanah yang berlebihan (groundwater overexploitation), keluarnya gas dan lumpur secara massive dari dalam tanah ke permukaan, penurunan karena beban bangunan, penurunan karena adanya konsolidasi alamiah dari lapisan-lapisan tanah, serta penurunan karena gaya-gaya tektonik. Land subsidence atau penurunan tanah telah di deteksi terjadi di Porong Sidoarjo.  Seperti telah di jelaskan di atas, di daerah Porong Sidoarjo, tepatnya di daerah eksplorasi migas yang dikelola PT Lapindo, telah terjadi luapan lumpur panas dari bawah permukaan dengan volume yang besar dan terus berlangsung sampai saat ini. Efek dari keluarnya gas dan lumpur tersebut, seperti telah dijelaskan pula diatas berdampak bagi  terjadinya fenomena land subsidence

KK Geodesi FTSL ITB yang mewakili LAPI ITB bekerjasama dengan PT Lapindo Brantas, terus meneliti land subsidence yang terjadi di daerah Porong Sidoarjo.  Alat GPS di pasang secara kontinyu untuk memonitor tiap hari karakteristik dari land subsidence yang terjadi disana.  Dikhawatirkan kosongnya pori lambat laun akan mengakibatkan amblesnya tanah permukaan secara massive yang mungkin saja menimbulkan bencana kerusakan bangunan, dan infrastruktur, dan bahkan mungkin juga korban jiwa.

PEMANTAUAN SUBSIDENCE DI PORONG SIDOARJO DENGAN CONTINUOUS GPS

GPS adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang berbasiskan pada pengamatan satelit-satelit Global Positioning System [Abidin, 2000; Hofmann-Wellenhof et al., 1997]. Prinsip studi penurunah tanah dengan metode survei GPS yaitu dengan menempatkan  beberapa titik pantau di beberapa lokasi yang dipilih, secara periodik atau kontinyu untuk ditentukan koordinatnya secara teliti dengan menggunakan metode survei GPS. Dengan mempelajari pola dan kecepatan perubahan koordinat dari titik-titik tersebut dari survei yang satu ke survei berikutnya atau hasil data kontinyu, maka karakteristik penurunan tanah (land subsidence) akan dapat dihitung dan dipelajari lebih lanjut.

Gambar di bawah ini adalah dokumentasi pemasangan sistem GPS kontinyu di daerah Porong Sidoarjo untuk memantau penurunan tanah (land subsidence) dari hari ke hari. Mengapa sampai dilakukan pemantauan setiap hari karena terindikasi penurunan yang cukup cepat dalam fungsi waktu.

gps-continuous004.JPGgps-continuous005.JPGgps-continuous002.JPGgps-continuous006.JPGgps-continuous003.JPGgps-continuous-001.JPG

GPS memberikan nilai vektor pergerakan tanah dalam tiga dimensi (dua komponen horisontal dan satu komponen vertikal). Jadi disamping memberikan informasi tentang besarnya penurunan muka tanah, GPS juga sekaligus memberikan informasi tentang pergerakan tanah dalam arah horisontal.

GPS memberikan nilai vektor pergerakan dan penurunan tanah dalam suatu sistem koordinat referensi yang tunggal. Dengan itu maka GPS dapat digunakan untuk memantau pergerakan suatu wilayah secara regional secara efektif dan efisien.

GPS dapat memberikan nilai vektor pergerakan dengan tingkat presisi sampai beberapa mm, dengan konsistensi yang tinggi baik secara spasial maupun temporal. Dengan tingkat presisi yang tinggi dan konsisten ini maka diharapkan besarnya pergerakan dan penurunan tanah yang kecil sekalipun akan dapat terdeteksi dengan baik.

GPS dapat dimanfaatkan secara kontinyu tanpa tergantung waktu (siang maupun malam), dalam segala kondisi cuaca. Dengan karakteristik semacam ini maka pelaksanaan survei GPS untuk pemantauan pergerakan dan penurunan muka tanah dapat dilaksanakan secara efektif dan fleksibel.

Berdasarkan hasil pengolahan data Continuous GPS,  telah terdeteksi land subsidence dengan nilai penurunan pada level meter, dan terus memperlihatkan land subsidence berlangsung dari hari ke hari sampai saat ini.

Hasil penurunan tanah yang terjadi di Porong menunjukkan kecepatan penurunan  yang cukup besar dan juga dengan waktu yang relatif lebih cepat di bandingkan dengan kecepatan penurunan yang biasanya di daerah lain ( daerah Bandung dan Jakarta mengalami penurunan tanah dengan kecepatan 10 cm/tahun).

 

Berita Terkait