Sejarah dan Perkembangan Geodesi ITB

Teknik Geodesi ITB adalah sebuah Departemen dan Program studi yang berada di bawah Fakultas Sipil dan Perencanaan  Institut Teknologi Bandung. Program studi ini merupakan Pendidikan Tinggi Geodesi yang pertama di Indonesia.  Diawali tahun 1949, untuk menunjang kebutuhan tenaga ahli pemetaan di Indonesia, Direktur Kadaster (Jawatan Pendaftaran Tanah) di Jakarta mengusulkan dan menjadi sponsor pendirian Pendidikan Geodesi di Indonesia. Tahun 1950, sebuah komite yang dibentuk untuk keperluan itu, berhasil mendirikan Pendidikan Tinggi Geodesi pertama di Indonesia (bagian dari Fakultas Teknik UI yang bertempat di Bandung €“ sekarang ITB). Tokoh-tokoh penting yang merupakan anggota komite perumus adalah Prof. Dr. K. Posthumus (Dekan Fakultas Teknik), Prof. Ir. Jac. P. Thijssa (Guru Besar Perencanaan dan Arsitektur), dan Prof. H. A. Brouwer (Guru Besar Surveying).

Pada sepuluh tahun pertama, Bagian Geodesi kurang diminati oleh calon mahasiswa, dimana hanya sekitar sepuluh mahasiswa yang masuk setiap tahunnya. Sejak tahun 1973 jumlah mahasiswa terus bertambah sehingga tercatat sekitar 50-70 nahasiswa masuk setiap tahunnya; dalam lima tahun kebelakang, jumlah mahasiswa yang diterima sekitar 60 orang setiap tahunnya.

mhs001.thumbnail mhs002.thumbnail mhs004.thumbnail mhs003.thumbnail

Selama kurun waktu lebih dari 50 tahun telah dihasilkan lebih dari seribu orang alumni dengan rata-rata 60 orang setiap tahunnya. Selama ini telah dilakukan sebanyak delapan kali pergantian kurikulum demi kesesuaian dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang teknik geodesi. Dengan kata lain, lebih dari seribu orang lulusannya dihasilkan dari oleh ilmu dan teknologi yang berbeda dari generasi ke generasi.

Saat ini dan di masa datang, perkembangan teknologi satelit  dan komunikasi telah membuka wawasan baru untuk aplikasinya di bidang Teknik Geodesi. Penggunaan teknologi ini memungkinkan perolehan data yang cakupannya lebih luas dan mendalam dengan waktu yang singkat, akurat dan biaya murah. Hal ini dapat dilihat dari diluncurkannya berbagai satelit yang memiliki misi untuk memantau bumi. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan Teknik Geodesi, terutama penggunaan Global Positioning System dan pengolahan citra digital, sehingga pemanfaatan teknologi satelit sudah tidak dapat dikesampingkan lagi. Departemen Teknik Geodesi €“ ITB tertantang untuk lebih berperan dalam penelitian dan pengembangan pengolahan data satelit tersebut untuk berbagai kemungkinan aplikasinya dalam bidang kebumian dan sistem informasi.

Mengingat perkembangan ilmu dan teknologi geodesi yang berkembang cukup pesat, maka pengembangan bidang Teknik Geodesi yang semula hanya menunjang kegiatan survey dan pemetaan, dalam dasawarsa mendatang akan berkembang ke arah Geomatika. Bidang Geomatika ini merupakan sebuah bidang kajian yang kehadirannya tidak dapat dipisahkan dari kemajuan dan perkembangan bidang Geodesi an Sistem Informasi Geografis serta ditunjang oleh teknologi lainnya. Departemen Teknik Geodesi €“ ITB kemudian telah mengubahnya menjadi program studi Geodesi dan Geomatika.

 

Berita Terkait